avatar
· Views 171
Dominasi Dolar AS Masih Kuat, Apa Efeknya ke Pasar Derivatif Valas? Dolar AS terus menguat di tengah kekhawatiran pasar terhadap ketidakpastian perang Timur Tengah dan potensi berakhirnya era suku bunga rendah serta ancaman kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral akibat tekanan geopolitik & ekonomi global. Pada pembukaan perdagangan, Senin (04/05/2026), Rupiah melemah ke level Rp 17.320 per Dolar AS. Dimana kondisi ini tidak lepas dari kondisi pasar di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global yang menyebabkan investor mencari aset lindung nilai seperti Dolar AS dan menekan nilai Rupiah. Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto mengungkapkan konsensus pasar yang memperkirakan kondisi tekanan terhadap Rupiah ini terus menurun seiring dengan tren pelemahan indeks Dolar AS hingga akhir tahun 2026 sehingga diharapkan penguatan Rupiah dapat terjadi. Saat ini kondisi volatilitas yang masih tinggi membuat kebutuhan hedging atau lindung nilai masih sangat tinggi guna melindungi aset maupun transaksi.

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 4
avatar
avatar
Waduuh
avatar
😱😱
avatar
Parah ni

-النهاية-

  • tradingContest