- Rupiah melemah 73 poin atau 0,42% ke Rp17.487 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, dipicu meredupnya harapan perdamaian AS-Iran dan tingginya harga minyak dunia.
- Rupiah diperkirakan masih berpotensi tertekan dengan kisaran perdagangan Rp17.350-Rp17.500 per dolar AS, sambil menunggu data penjualan ritel Indonesia.
- Presiden AS Donald Trump menyebut proses damai dengan Iran dalam kondisi "kritis" setelah menolak proposal Teheran yang meminta pencabutan blokade laut dan pelonggaran sanksi AS.
Ipotnews - Harapan pelaku pasar yang semakin meredup terhadap proses perdamaian Amerika Serikat dengan Iran telah membuat nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar di awal perdagangan pagi ini.
Berdasarkan data Bloomberg pada Selasa (12/5) pukul 09.06 WIB, rupiah sedang diperdagangkan di level Rp17.487 per dolar AS, melemah 73 poin atau 0,42% dibandingkan penutupan Senin (11/5) di Rp17.414 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan bahwa rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran. "Ditambah harga minyak mentah dunia yang masih tinggi," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews melalui pesan WhatsApp pagi ini.
Investor menantikan data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini. "Range kurs rupiah hari ini diperkirakan Rp17.350 - Rp17.500 per dolar AS," ujar Lukman.
Gencatan senjata antara AS dan Iran berada dalam fase yang sangat rapuh pada Senin (11/5). Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan tersebut kini sedang dalam masa "kritis" setelah dirinya menolak tawaran perdamaian terbaru dari Teheran.
Berbicara kepada wartawan di Ruang Oval, Trump menyebut jawaban Iran atas proposalnya sebagai "sampah" dan mengaku dirinya "bahkan tidak menyelesaikan membaca dokumen tersebut."
Menurut seorang sumber yang mengetahui informasi sensitif ini, Iran merespons proposal perdamaian AS minggu lalu dengan menuntut pencabutan blokade laut Washington serta pelonggaran sanksi. Di saat yang sama, Iran bersikeras untuk tetap memegang kendali atas lalu lintas di Selat Hormuz.
"Oh yah, pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG , dan akan ikut menekan rupiah," tambah Lukman.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin
إعادة نشر من indopremier_id، جميع الحقوق محفوظة للمؤلف الأصلي.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.

اترك رسالتك الآن