Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor buka suara terkait tutupnya perusahaan baja PT Krakatau Osaka Steel di Cilegon, Banten. Menurut Afriansyah, sejauh ini belum ada pertemuan atau laporan resmi yang diterima Kemnaker mengenai kabar tersebut.
"Belum, kita belum bertemu. Jadi, ada beberapa pihak yang memang kita respons kalau ada laporan. Sementara ini belum ada laporan," kata Afriansyah di Plaza Bpjamsostek, Jakarta Selatan, Jumat (8/5/2026).
Afriansyah menjelaskan bahwa kondisi ekonomi dunia masih penuh tantangan akibat perang dan gejolak geopolitik global. Meski demikian, pemerintah meminta seluruh pihak tetap tenang menghadapi situasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya, sekarang ini kita sedang menghadapi situasi yang memang global, ya. Artinya, pemerintah tetap waspada menyikapi akan terjadinya dampak situasi perekonomian. Pertama karena perang, kemudian juga ada masalah soal globalisasi yang luar biasa," jelas Afriansyah.
Baca juga: Krakatau Osaka Steel di Cilegon Tutup, Hampir 200 Buruh Kena PHK |
Hal tersebut, kata dia, juga telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Afriansyah menyebut bahwa Prabowo telah mengimbau industri untuk tetap tenang dan tak perlu takut.
"Jadi, kita tetap tenang di bawah kepemimpinan bapak presiden, dan jelas kemarin presiden juga mengimbau agar semua industri juga tetap menghadapinya dengan situasi yang tenang. Jadi, tidak usah perlu takut lah, gitu," tuturnya.
Momen haru perpisahan karyawan PT KOS viral di media sosial. Dalam video yang beredar, tampak para karyawan saling berpelukan dan menyampaikan salam perpisahan satu sama lain.
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) buka suara soal kabar tutupnya PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Kemenperin menyampaikan keprihatinan atas kondisi yang dialami PT KOS yang menghentikan kegiatan produksi pada akhir April 2026 dan akan menutup seluruh kegiatan usahanya pada Juni 2026.
Baca juga: Kemenperin Buka Suara soal Viral Krakatau Osaka Tutup Bisnis |
Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief menyebut Industri baja nasional memang tengah mengalami tantangan besar di tengah tekanan global, mulai dari kelebihan pasokan, banjir produk impor murah, hingga melemahnya permintaan domestik. Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan kinerja sejumlah pelaku industri dalam negeri.
"Kami turut prihatin atas kondisi yang dihadapi para pekerja PT Krakatau Osaka Steel. Pemerintah memahami bahwa keputusan ini memberikan dampak sosial dan ekonomi yang tidak ringan. Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada perusahaan untuk memenuhi hak-hak pekerja yang terdampak sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujar Febri dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan, keputusan penghentian produksi tersebut telah ditetapkan melalui rapat Dewan Direksi pada 23 Januari 2026. PT KOS mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengalami kerugian sejak tahun 2022, seiring dengan penurunan kinerja bisnis yang terus berlanjut.
(ily/ara)إعادة نشر من detik_id، جميع الحقوق محفوظة للمؤلف الأصلي.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن