Kisah Lili Buka Agen BRILink dari Warung Kecil, Kini Punya 3 Cabang

avatar
· Views 489
Kisah Lili Buka Agen BRILink dari Warung Kecil, Kini Punya 3 Cabang
Foto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Bogor

Berhenti bekerja di lembaga keuangan mikro demi menjaga warung, mungkin terdengar seperti langkah mundur bagi sebagian orang. Namun bagi Siti Soleha, keputusan ini justru membuka pintu rezeki yang tak terduga.

Pasalnya, ia mampu menyulap usaha warung kecil milik orang tuanya jadi agen bank. Bahkan, kini dia sudah memiliki tiga cabang yang tersebar dekat Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

"Awalnya saya di rumah jaga warung punya bapak. Kebetulan habis resign di MBK kan (PT Mitra Bisnis Keluarga), terus lanjutin usaha warung ini," ujar Lili, sapaan akrabnya, ditemui di Desa Benteng, Ciampea, Bogor, Rabu (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sela-sela rutinitasnya itu, Lili melihat adanya peluang bisnis yang menjanjikan dari banyaknya transaksi pedagang pasar. Ia kemudian ditawari oleh sang kakak agar sekalian membuka Agen BRILink.

"Kebetulan kakak saya kerja di PNM (Permodalan Nasional Madani). Dulu tiap sore dia suka setoran lewat Agen BRILink, dari situ saya lihat ada potensi," katanya.

ADVERTISEMENT

Lili mengaku dibantu sang kaka dalam mengurus pendaftaran jadi Agen BRILink. Hal ini karena sejak tahun 2022, layanan PNM tempatnya kakaknya bekerja jadi satu atap dengan kantor Unit BRI Ciampea, melalui Sentra Layanan Ultra Mikro (SenyuM).

"(Waktu itu) biar mudah, jadi semuanya dia yang urus. Sekarang sudah berjalan 4 tahun," ungkapnya.

Kisah Lili Buka Agen BRILink dari Warung Kecil, Kini Punya 3 CabangFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Baca juga: Ketika Agrowisata BRILiaN Jadi Solusi Genjot Ekonomi Desa

Permudah Akses Keuangan Pedagang

Selama 4 tahun itu, Lili sudah membuka dua cabang baru Agen BRILink di Rancabungur dan Benteng dengan nama Syafiq BRILink yang diambil dari nama ponakannya. Khusus untuk cabang di Benteng, Lili memberanikan diri menyewa ruko dekat Pasar Baru Ciampea dengan biaya Rp 15 juta per tahun.

"Kebetulan di Agen BRILink ini dekat pasar, jadi alhamdulillah rame. Dulu awalnya cuma di rumah aja di Pabuaran, tapi karena penghasilannya lebih besar di BRILink, jadi agennya saya perbesar dengan buka cabang di tempat lain," jelasnya.

Nasabah Lili rata-rata didominasi oleh para pengusaha sekitar pasar. Mulai dari pedagang beras, pengepul rongsokan, hingga pengepul emas kerap melakukan transaksi dalam jumlah besar.

"Transaksinya di sini besar-besar, bisa sampai Rp 100 juta per hari," katanya.

Lili menilai kecepatan dan kemudahan akses menjadi alasan utama mereka memilih agen ketimbang harus mengantre di kantor bank unit.

"Karena di pasar penduduknya banyak dan semua orang kadang nggak sempat ke bank, jam bank juga juga terbatas kan. Jadi ke agen lebih cepat, nggak perlu tunggu lama," tambah Lili.

Kisah Lili Buka Agen BRILink dari Warung Kecil, Kini Punya 3 CabangFoto: Alfi Kholisdinuka/detikcom
Baca juga: Batik Ciwitan, Ikon Ekonomi Kreatif Desa BRILiaN Ciampea

Omzet Tembus Rp 1 Juta/Hari

Keuntungan yang didapat Lili dari Agen BRILink sangat menggiurkan. Dalam kondisi sepi saja, ia bisa mengantongi laba bersih dari biaya admin atau fee sekitar Rp 500 ribu per hari. Jika sedang ramai, hasil yang didapat bisa melonjak hingga Rp 1 juta per hari.

"Alhamdulillah sih. Cuma emang beda-beda (di tiap cabangnya), itu tergantung kalau transfernya gede-gede, berarti nanti yang kita dapet kan lebih besar. Tapi kalau lagi sepi, ya sedikit lagi," ungkapnya.

"Cuma emang, kalau di Benteng ini karena banyak langganan di sini. Alhamdulillah sih stabil, tiap hari ada aja. Rp 500 ribu dapet," imbuhnya.

Berkat kegigihannya selama empat tahun terakhir ini, Lili bisa membantu ekonomi keluarganya. Ia juga sudah mampu membeli sebuah mobil untuk mendukung operasional Agen BRILink.

"Kemarin ada beli mobil, tapi second. Karena kebutuhan, dulu kan sering ambil uang setoran pakai motor malam-malam, rasanya takut. Sekarang jadi lebih tenang," ungkapnya.

Menjangkau Layanan Keuangan Masyarakat

Kiprah Lili bersama Agen BRILink ini membuat layanan keuangan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Tak heran, Agen BRILink jadi andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas hingga ke pelosok desa.

"Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan Agen BRILink sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," ungkap Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari BRI, pada akhir Maret 2026, jumlah Agen BRILink mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80% total desa di Indonesia. Jangkauan tersebut memperkuat peran Agen BRILink sebagai layanan keuangan berbasis kemitraan tingkat desa.

(akd/ega)

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest