Pemerintah akan menggelontorkan bantuan untuk pemulihan lahan perkebunan kopi yang rusak di provinsi Aceh. Kerusakan itu terjadi imbas bencana banjir bandang yang terjadi pada November tahun 2025.
Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, dana yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 30-40 miliar. Amran akan menggandeng Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk pengembangan pembibitan.
"Aku sudah ketemu tadi rektor datang pagi-pagi dengan Pak Dirjen. Kita akan kembangkan kerja sama dengan rektor Unsyiah itu, kita kerja sama bangun pembibitan bersama-sama bangun kembali. Anggarannya kami siapkan tadi kurang lebih Rp 30-40 miliar," ujar Amran di kediaman pribadinya di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ekspor RI Maret 2026 Turun 3,10% Jadi US$ 22,53 Miliar |
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda akhir November lalu menyebabkan ribuan hektar kebun kopi di Bener Meriah dan Aceh Tengah rusak. Dua daerah di dataran tinggi Gayo itu selama ini dikenal sebagai penghasil kopi arabika terbaik.
Pada Desember lalu, Kadis Kominfo Aceh Tengah, Mustafa Kamal, mengatakan, berdasarkan data sementara kebun kopi yang rusak di daerah tersebut mencapai 12.638 hektare. Kerusakan perkebunan warga mulai sedang hingga berat.
"Sementara masih datanya 12.638 hektare kemungkinan bertambah karena proses pendataan masih berlanjut," kata Mustafa, dilansir dari detikSumut, Senin (22/12/2025).
Kebun terluas mengalami kerusakan di Kecamatan Pegasing 2.905 hektar, Bintang dan Rusip Antara masing-masing 2 ribu hektare. Kerusakan kebun terjadi menyeluruh di 14 kecamatan dengan luas bervariasi.
(acd/acd)إعادة نشر من detik_id، جميع الحقوق محفوظة للمؤلف الأصلي.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن