
Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke sekitar 102,075 pada Rabu, 14 Oktober 2026, ketika pelaku pasar menantikan rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat untuk September. Di saat yang sama, harga emas melanjutkan penurunan untuk hari ketiga berturut-turut dan kembali menghadapi tekanan di tengah penguatan harga minyak serta ketidakpastian arah kebijakan The Fed.
Laporan inflasi kali ini menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed pada pertemuan 27–28 Oktober. Investor ingin mengetahui apakah tekanan harga masih cukup kuat untuk mendorong bank sentral mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan menaikkan suku bunga lagi.
Data Inflasi AS Dirilis Malam Ini, Inflasi AS Diperkirakan Meningkat
Rilis IHK AS September
Rabu, 14 Oktober 2026 · 19.30 WIB
Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi AS malam ini. Data ini berpotensi memicu volatilitas pada Dolar AS, emas, dan instrumen keuangan lainnya. Berdasarkan kalender ekonomi, berikut perkiraan data yang akan dirilis:
IHK Utama (YoY)
3,4% ➜ 3,6%
Agustus ➜ Perkiraan
IHK Inti (YoY)
2,4% ➜ 2,5%
Agustus ➜ Perkiraan
IHK Inti (MoM)
0,2%
Perkiraan
Ekonom memperkirakan inflasi utama AS meningkat menjadi 3,6% secara tahunan pada September, dibandingkan 3,4% pada Agustus. Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukkan harga pangan dan energi diperkirakan naik menjadi 2,5% dari 2,4%.
Untuk inflasi inti secara bulanan, perkiraannya berada di 0,2%. Angka aktual akan menjadi penting untuk melihat apakah tekanan harga meluas di luar komponen energi yang sensitif terhadap kondisi geopolitik.
Minyak Mentah AS
~US$94,96
Brent
US$106,60
Harga minyak yang tinggi menjadi salah satu faktor yang dapat mendorong inflasi utama. Reuters melaporkan bahwa minyak mentah AS berada di sekitar US$94,96 per barel, sedangkan Brent mencapai US$106,60 per barel pada Rabu, di tengah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Jika inflasi melampaui perkiraan, pasar bisa kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga. Skenario ini berpotensi mendukung dolar AS melalui ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat mengurangi tekanan terhadap The Fed untuk menaikkan suku bunga dan membuka peluang pelemahan dolar lebih lanjut.
DXY Melemah, tetapi Peluang Kenaikan Suku Bunga Belum Hilang
DXY turun ke sekitar 102 setelah melemah 0,35% pada perdagangan Selasa. Pelemahan ini terjadi ketika pasar mengevaluasi kembali prospek suku bunga AS dan menunggu petunjuk baru dari data inflasi serta pernyataan pejabat The Fed.

Masih melihat kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini, namun tidak melihat alasan yang cukup untuk memperkirakan kenaikan lanjutan pada 2027 berdasarkan pandangannya saat ini. — John Williams, Presiden The Fed New York
Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa opsi pengetatan moneter belum sepenuhnya tertutup, tetapi ruang untuk kenaikan tambahan juga belum pasti.
Peluang The Fed Tahan Suku Bunga — Oktober
~77,3%
CME FedWatch, dikutip FXStreet
Menurut data CME FedWatch yang dikutip FXStreet, pasar memperkirakan peluang sekitar 77,3% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober. Angka ini menunjukkan bahwa keputusan bank sentral masih sangat bergantung pada perkembangan data ekonomi berikutnya.
Harga Emas Tertekan, US$4.100 Jadi Level Penting
XAU/USD
▼ US$4.159,74
Turun 3 hari beruntun
Level Penting
US$4.100
Di pasar komoditas, emas melanjutkan pelemahan selama tiga hari berturut-turut menjelang rilis IHK AS. Dalam analisis FXStreet pada Rabu, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.159,74, dengan momentum jangka pendek yang masih cenderung bearish. Level US$4.100 menjadi area penting yang diperhatikan trader.
Tekanan pada emas muncul ketika dolar AS mencoba stabil dan pelaku pasar mengambil keuntungan setelah pemulihan harga pada pekan sebelumnya. Kenaikan harga minyak juga kembali memunculkan kekhawatiran inflasi, yang berpotensi membuat suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama. Emas tidak memberikan bunga, sehingga daya tariknya dapat berkurang ketika imbal hasil aset berbunga meningkat. Dolar yang menguat juga cenderung membuat emas lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Apa Artinya bagi Trader Forex dan Emas?
Pergerakan dolar dan emas selanjutnya akan sangat bergantung pada hasil inflasi AS serta bagaimana pasar menafsirkan dampaknya terhadap kebijakan The Fed.
Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan
Ekspektasi kenaikan suku bunga dapat menguat, berpotensi mendukung USD dan menambah tekanan pada emas.
Jika inflasi lebih rendah dari perkiraan
Ekspektasi pengetatan moneter dapat mereda, membuka peluang pelemahan USD dan pemulihan emas.
Jika hasilnya sesuai perkiraan
Reaksi pasar tetap bergantung pada rincian data, pergerakan imbal hasil obligasi, dan perkembangan geopolitik.
Trader juga perlu memperhatikan bahwa permintaan aset safe haven dapat meningkat ketika konflik geopolitik memburuk. Kondisi ini bisa membuat emas dan dolar bergerak tidak searah dengan pola yang biasanya terlihat dari ekspektasi suku bunga.
Dengan demikian, rilis IHK AS menjadi katalis utama yang perlu dipantau pada Rabu ini. Pelemahan DXY belum otomatis berarti tren turun akan berlanjut, sementara tekanan pada emas masih dapat berubah apabila data inflasi memberikan kejutan bagi pasar.
Seperti biasa, perhatikan angka aktual dibandingkan perkiraan dan tunggu konfirmasi pergerakan harga sebelum mengambil keputusan trading.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

-النهاية-