
Bursa saham Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa (18/8/2026). Investor masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah negosiasi kedua negara dilaporkan mengalami kebuntuan.
Indeks Kospi Korea Selatan menjadi salah satu penguat utama dengan melonjak sekitar 2%. Sebaliknya, Nikkei 225 Jepang turun 0,9%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia bergerak melemah tipis.
Pergerakan bursa Asia tersebut terjadi setelah kontrak berjangka saham AS menunjukkan pembukaan yang bervariasi. Sebelumnya, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Senin.
Harga Minyak Kembali Jadi Perhatian
Sentimen pasar kembali tertekan setelah harga minyak dunia melonjak lebih dari 2%. Kenaikan tersebut dipicu ketidakpastian mengenai kelanjutan gencatan senjata antara AS dan Iran yang berakhir pada Senin.
Negosiasi kedua negara juga dilaporkan menemui jalan buntu. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali memanas dan mengganggu pasokan energi global.
Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menyerang Oman jika negara tersebut dianggap menghalangi langkah AS turut menambah ketidakpastian geopolitik.
Kenaikan harga minyak kemudian memunculkan kekhawatiran baru mengenai inflasi. Investor mulai mengantisipasi kemungkinan tekanan harga yang lebih tinggi sehingga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor panjang ikut naik.
Imbal hasil Treasury AS tenor 30 tahun bahkan mencapai level tertinggi sejak Juni 2007.
Wall Street Ditutup Melemah
Tekanan juga terlihat di pasar saham AS. Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing turun sekitar 0,5%.
Sementara itu, Nasdaq relatif lebih kuat, meski tetap berakhir di zona merah dengan penurunan sekitar 0,3%.
Namun, tidak semua pelaku pasar melihat ruang kenaikan saham AS sudah berakhir.
Sonali Basak, chief investment strategist di iCapital, menilai pasar masih memiliki peluang untuk melanjutkan reli. Menurutnya, salah satu faktor yang mendukung adalah mulai meluasnya penguatan pasar di luar kelompok saham teknologi berkapitalisasi besar.
Ia menilai saham-saham di luar Big Tech masih memiliki ruang untuk mengejar ketertinggalannya.
Investor Menanti Data Ekonomi AS
Perhatian pasar selanjutnya akan beralih ke sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pada Selasa.
Beberapa indikator yang akan menjadi perhatian antara lain data harga impor dan ekspor Juli, housing starts, serta pending home sales.
Data tersebut akan membantu investor membaca kondisi ekonomi AS sekaligus memperkirakan arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Selain data makroekonomi, pasar juga menantikan laporan keuangan Home Depot sebelum pembukaan perdagangan bursa AS. Kinerja perusahaan ritel tersebut dapat memberikan gambaran mengenai kondisi konsumsi masyarakat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap inflasi.
Untuk pasar Asia, perkembangan AS-Iran dan harga minyak masih menjadi katalis utama. Jika ketegangan geopolitik kembali meningkat dan harga energi terus naik, tekanan inflasi dapat semakin kuat dan berpotensi membuat investor kembali bersikap defensif.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

-النهاية-