Weekly Market Outlook
Pekan ini dibuka dengan hari libur di beberapa negara — Singapura, Afrika Selatan, dan Jepang — yang berpotensi menekan likuiditas pada awal pekan. Fokus utama kemudian beralih ke rangkaian data penting: keputusan suku bunga RBA pada Selasa, inflasi CPI Amerika Serikat dan Jerman pada Rabu, GDP Inggris serta PPI AS pada Kamis, dan ditutup dengan data ritel AS pada Jumat. Rangkaian data ini hadir setelah laporan Nonfarm Payrolls AS bulan Juli yang lebih lemah dari perkiraan, yang telah menggeser ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.
ANALISIS PASAR
Pembahasan Rinci per Rilis Data🇺🇸 CPI Amerika Serikat – Rabu, 12 Agustus
CPI AS untuk Juli diproyeksikan naik 0.1% MoM, setelah tercatat turun -0.4% pada Juni. Secara tahunan, inflasi diproyeksikan melandai ke 3.4% dari 3.5%. Sementara itu, Core CPI diproyeksikan naik 0.2% MoM setelah stagnan (0.0%) pada bulan sebelumnya. Data ini menjadi sorotan utama karena rilisnya menyusul laporan Nonfarm Payrolls Juli yang lemah — pertumbuhan lapangan kerja tercatat kontraksi 23 ribu, meleset dari estimasi 85 ribu, dan menjadi kontraksi pertama dalam enam bulan — yang telah membuat pelaku pasar menurunkan ekspektasi terhadap kebijakan pengetatan lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Data CPI yang lebih panas dari perkiraan dapat menambah tekanan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September, sementara data yang sejalan atau lebih rendah dari proyeksi akan memperkuat pergeseran ekspektasi pasar pasca rilis Nonfarm Payrolls yang lemah.
🇩🇪 CPI Jerman – Rabu, 12 Agustus
Data preliminer inflasi Jerman untuk Juli sebelumnya sudah menunjukkan kenaikan 0.8% MoM dan 2.8% YoY, keduanya di atas ekspektasi. Rilis final pada Rabu diproyeksikan mengonfirmasi angka 0.8% MoM, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Karena ini merupakan konfirmasi dari data preliminer yang sudah dirilis, risiko utama terletak pada kemungkinan revisi ke atas, yang dapat menjaga wacana kenaikan suku bunga ECB pada September tetap relevan.

Bagi EUR/USD, kombinasi antara data inflasi Jerman dan CPI AS pada hari yang sama menjadikan Rabu sebagai titik penentu arah jangka pendek pasangan mata uang ini.
🇦🇺 Keputusan Suku Bunga RBA – Selasa, 11 Agustus
RBA diproyeksikan menahan suku bunga acuan di level 4.35%, sama dengan level sebelumnya. Pasar sebagian besar telah menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat setelah data CPI Kuartal II Australia yang lebih lemah dari perkiraan dua pekan sebelumnya, meskipun inflasi Australia masih berada di atas target RBA. Kombinasi ini mengarah pada keputusan yang menahan suku bunga sambil tetap mempertahankan nada yang tegas terhadap risiko inflasi.

AUD/USD secara historis memiliki korelasi terkuat dengan indeks dolar AS dibandingkan aset lain, sehingga arah dolar AS pasca data CPI AS berpotensi menjadi penggerak utama pasangan ini, terlepas dari nada RBA.
🇬🇧 GDP Inggris – Kamis, 13 Agustus
GDP Inggris untuk Kuartal II diproyeksikan tumbuh 0.9% YoY dan 0.4% QoQ, melambat dari 0.6% pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, data bulanan Juni diproyeksikan turun -0.1%, berbalik dari kenaikan 0.1% pada Mei. Secara keseluruhan, proyeksi ini menunjukkan ekonomi Inggris masih tumbuh sepanjang kuartal, namun kehilangan momentum menjelang akhir periode.
🇺🇸 PPI, Klaim Pengangguran & Penjualan Ritel AS – Kamis & Jumat
PPI AS (MoM) Juli diproyeksikan naik 0.2%, berbalik dari penurunan -0.3% pada bulan sebelumnya, sementara Initial Jobless Claims mingguan diproyeksikan berada di angka 202K, sedikit naik dari 199K. Penjualan ritel (MoM) Juli diproyeksikan tumbuh 0.1% (melambat dari 0.2%), sedangkan Core Retail Sales (MoM) diproyeksikan berbalik naik 0.2% setelah turun -0.2% pada Juni. Lelang obligasi Treasury 10-Year pada Kamis dan 30-Year pada Jumat turut melengkapi rangkaian data yang akan membentuk gambaran pasar terhadap tekanan harga dan permintaan konsumen di AS menjelang akhir pekan.
Manajemen Risiko: Likuiditas Tipis & Klaster Data
Awal pekan diwarnai libur nasional di Singapura dan Afrika Selatan (Senin), serta Jepang (Selasa), yang dapat menipiskan likuiditas pada pasangan mata uang terkait di awal pekan. Risiko volatilitas kemudian terkonsentrasi pada Rabu pukul 19:30 (CPI AS/Jerman), Kamis (GDP Inggris, PPI AS, klaim pengangguran), dan Jumat (penjualan ritel AS). Rusia mengakhiri pekan dengan hari libur non-perdagangan pada Sabtu dan Minggu. Pelaku pasar disarankan memperhitungkan potensi pelebaran spread dan slippage di sekitar rilis data dan periode libur tersebut. Laporan ini bersifat informatif dan bukan merupakan nasihat keuangan.
FAQ: Kalender Ekonomi Pekan Ini
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.


-النهاية-