
Harga minyak dunia melanjutkan kenaikannya pada hari Senin setelah ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz terus memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global. Di sisi lain, serangan terbaru yang diklaim oleh kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap infrastruktur energi Arab Saudi semakin meningkatkan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Pada perdagangan terbaru:
-
Brent Crude naik sekitar 1,1% ke US$84,45 per barel.
-
WTI Crude menguat sekitar 1,2% ke US$78,18 per barel.
-
Brent tercatat telah naik lebih dari 5% dalam tiga sesi perdagangan terakhir.
Pembukaan Selat Hormuz Masih Belum Pasti
Pasar terus mencermati perkembangan negosiasi terkait pembukaan kembali Selat Hormuz setelah Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran "hampir tercapai".
Meski demikian, Araghchi menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan langsung membuka kembali Selat Hormuz, sehingga harapan pasar terhadap normalisasi arus distribusi minyak masih tertahan.
Iran juga menolak melakukan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat dan kembali menegaskan sejumlah syarat sebelum Selat Hormuz dapat dibuka sepenuhnya, antara lain:
-
Penghentian blokade laut oleh Amerika Serikat.
-
Pencabutan seluruh sanksi ekonomi.
-
Pemberian kompensasi atas kerusakan akibat konflik.
Situasi ini membuat aktivitas pelayaran di jalur strategis tersebut masih sangat terbatas.
Serangan Houthi Tingkatkan Risiko Pasokan
Risiko geopolitik kembali meningkat setelah kelompok Houthi mengklaim telah menyerang Kilang Jazan milik Saudi Aramco di dekat Laut Merah. Pemerintah Arab Saudi mengonfirmasi bahwa kebakaran akibat serangan tersebut berhasil dipadamkan.
Selain itu:
-
Houthi juga mengklaim menyerang pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
-
Sebelumnya, kelompok tersebut dilaporkan menyerang kapal tanker Saudi di Teluk Aden.
-
Ancaman terhadap jalur pelayaran di Laut Merah bagian utara juga terus meningkat.
Sementara itu, Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) melaporkan beberapa kapal tankernya diserang saat melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Faktor Pendukung Harga Minyak
Analis menilai harga minyak tetap didukung oleh beberapa faktor utama:
-
Ketidakpastian pembukaan kembali Selat Hormuz.
-
Ancaman terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi di Timur Tengah.
-
Gangguan distribusi minyak melalui Laut Merah.
-
Kekhawatiran terhadap keamanan jalur ekspor minyak global.
Di sisi lain, sebagian risiko pasokan sedikit mereda setelah Ukraina menyatakan tidak akan menyerang beberapa kapal tanker non-Rusia maupun infrastruktur energi di Laut Hitam yang menjadi jalur penting ekspor minyak Kazakhstan.
Dampak terhadap Pasar Keuangan
🛢️ Oil (Brent & WTI)
Ketidakpastian geopolitik membuat harga minyak tetap memiliki peluang untuk bergerak menguat. Selama Selat Hormuz belum kembali beroperasi secara normal dan ancaman terhadap jalur distribusi energi masih berlangsung, premium risiko pada harga minyak kemungkinan tetap bertahan.
🟡 Gold (XAU/USD)
Meningkatnya ketegangan geopolitik biasanya mendorong permintaan terhadap aset safe haven seperti emas. Jika konflik kembali meningkat, harga emas berpotensi memperoleh dukungan tambahan.
💱 Forex
Harga minyak yang lebih tinggi berpotensi mendukung mata uang negara pengekspor minyak seperti Canadian Dollar (CAD) dan Norwegian Krone (NOK). Sebaliknya, mata uang negara pengimpor minyak dapat menghadapi tekanan apabila harga energi terus meningkat.
Kesimpulan
Kenaikan harga minyak saat ini didorong oleh kombinasi ketidakpastian pembukaan Selat Hormuz dan meningkatnya risiko keamanan di Timur Tengah. Selama negosiasi belum menghasilkan kesepakatan yang jelas dan serangan terhadap jalur distribusi energi masih terjadi, volatilitas di pasar minyak diperkirakan akan tetap tinggi serta berpotensi memengaruhi pergerakan emas dan pasar forex global.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

-النهاية-