
Nilai tukar GBP/USD bergerak melemah pada perdagangan sesi Asia Kamis setelah gagal mempertahankan penguatan yang membawanya ke level tertinggi dalam sepekan. Pasangan mata uang ini turun ke kisaran 1,3350, seiring pulihnya permintaan terhadap dolar AS dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang sejumlah agenda ekonomi penting.
Penguatan dolar terjadi setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya pada akhir pertemuan kebijakan terbaru. Meski keputusan tersebut sesuai ekspektasi pasar, bank sentral AS tidak memberikan sinyal yang lebih hawkish, sehingga sempat menekan dolar pada perdagangan sebelumnya.
Namun, pelaku pasar melihat hasil pemungutan suara di dalam The Fed yang menunjukkan perbedaan pandangan cukup besar di antara para pembuat kebijakan. Kondisi ini membuat ekspektasi bahwa masih ada peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun tetap bertahan, terutama jika tekanan inflasi kembali meningkat akibat kenaikan harga energi.
Selain itu, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mendorong permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven, sehingga membatasi penguatan pound sterling.
Fokus pasar kini tertuju pada keputusan kebijakan Bank of England (BoE) yang dijadwalkan diumumkan hari ini. Investor akan mencari petunjuk mengenai arah suku bunga Inggris dalam beberapa bulan ke depan, terutama setelah inflasi mulai menunjukkan tanda-tanda melandai.
Di sisi lain, dari Amerika Serikat, pelaku pasar juga menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting, termasuk pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II serta indeks inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi favorit The Fed. Kedua data tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi ekonomi AS sekaligus memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter bank sentral.
Dengan kombinasi sentimen dari keputusan BoE, data ekonomi AS, dan perkembangan geopolitik global, volatilitas pasangan GBP/USD diperkirakan masih akan tetap tinggi dalam jangka pendek. Investor akan mencermati apakah pound mampu kembali menguat atau justru tertekan oleh penguatan dolar AS.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

-النهاية-