
Nilai tukar rupiah dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi (3/2). Mata uang Garuda berada di level Rp16.762 per dolar AS, naik sekitar 36 poin atau 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar saham domestik yang masih belum stabil.
Pergerakan mata uang Asia pagi ini cenderung beragam. Yen Jepang dan yuan China tercatat menguat tipis, begitu juga peso Filipina. Sebaliknya, baht Thailand dan won Korea Selatan justru melemah. Di sisi lain, dolar Singapura menguat tipis, sementara dolar Hong Kong bergerak sedikit lebih rendah.
Mata uang utama negara maju juga mayoritas berada di zona positif. Euro, poundsterling, hingga franc Swiss tercatat menguat, seiring sentimen global yang relatif kondusif. Dolar Australia dan dolar Kanada turut mencatatkan penguatan terbatas.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai rupiah masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan. Salah satu sentimen pendukung datang dari kabar kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan India. Namun, ruang penguatan dinilai tidak terlalu besar karena indeks dolar AS masih menguat, didorong oleh data manufaktur AS yang lebih kuat dari perkiraan.
Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati kondisi pasar saham dalam negeri yang belum sepenuhnya pulih. Lukman memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp16.700 hingga Rp16.850 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru dibuka melemah pada perdagangan pagi ini. Pada awal sesi, IHSG turun sekitar 0,47 persen ke level 7.888. Tekanan ini melanjutkan tren negatif setelah indeks anjlok tajam dalam beberapa hari terakhir. Meski sempat bergerak naik ke area 7.919, IHSG kembali tertekan dan menyentuh level terendah di sekitar 7.872.
Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan arah antara pasar valuta asing dan pasar saham, di mana rupiah mulai menunjukkan tanda stabilisasi, sementara IHSG masih berjuang mencari sentimen positif.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

-النهاية-