Dolar AS Tertekan, Mata Uang Global Bergantian Cetak Rekor

avatar
· Views 4,429
USD

USD & IDR Menurun, Mata Uang Global Cetak Rekor

Update Pasar & Insight Trading — Followme
Pergerakan pasar valuta asing global memasuki fase dinamis, dengan dolar AS terus berada di bawah tekanan sementara sejumlah mata uang utama dan regional mencatat penguatan signifikan. Investor kini menyesuaikan posisi seiring meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed dan potensi pengetatan dari bank sentral lain.

Dolar AS Menuju Performa Tahunan Terburuk
Indeks dolar (DXY) turun ke 97,767, level terendah dalam 2,5 bulan, dan berada di jalur penurunan tahunan sekitar 9,9%, yang berpotensi menjadi kinerja terburuk sejak 2003.

Pasar kini memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga Fed pada 2026, meskipun data PDB AS yang solid belum mengubah pandangan tersebut. Kekhawatiran terhadap independensi The Fed dan ketidakpastian kebijakan turut memperlemah sentimen terhadap dolar.


Rupiah Tetap Tertekan Karena Dovish BI & Kebijakan Devisa

Rupiah melemah ke sekitar IDR 16.750 per USD, mendekati level terendah sebulan dan mencatat penurunan tiga sesi beruntun. Pelemahan ini dipicu oleh sikap dovish bank sentral, meskipun total pemangkasan suku bunga telah mencapai 150 basis poin sejak September 2024 hingga September 2025.

Bank sentral Indonesia sebelumnya mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk ketiga kalinya, namun tetap membuka ruang pelonggaran lanjutan dengan alasan inflasi yang masih terkendali serta kebutuhan menopang pertumbuhan ekonomi pascabencana di Sumatra.

Sepanjang tahun ini, rupiah tercatat sebagai salah satu mata uang terlemah di Asia dengan pelemahan sekitar 4% terhadap dolar AS.

Untuk meredam volatilitas, pemerintah mewajibkan eksportir sumber daya alam menempatkan 100% devisa hasil ekspor di bank BUMN selama minimal satu tahun, dengan batas konversi maksimal 50% mulai 1 Januari. Namun, kebijakan ini menuai penolakan dari sejumlah pelaku usaha karena dinilai berpotensi menekan likuiditas.

Dolar Australia Tembus Puncak 14 Bulan

Dolar Australia (AUD) melonjak ke sekitar 0,670, level tertinggi sejak Oktober 2024. Dalam empat minggu terakhir, AUD/USD menguat 3,73%, dan secara tahunan mencatat kenaikan 7,88%.

Penguatan ini didorong oleh:
• Ekspektasi kebijakan RBA yang lebih hawkish, dengan risalah rapat terbaru menunjukkan kesiapan untuk menaikkan suku bunga jika inflasi tidak mereda.
• Fokus pasar pada data inflasi kuartal IV (CPI) Australia yang akan dirilis 28 Januari.
• Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 28% untuk kenaikan suku bunga 25 bps pada pertemuan RBA 3 Februari.
• Dukungan tambahan datang dari lonjakan harga komoditas, termasuk emas dan tembaga, yang memperkuat prospek ekspor Australia.

AUD juga menguat tajam terhadap yen, mencatat puncak 17 bulan, dan telah naik hampir 7% sepanjang kuartal ini.

Dolar AS Tertekan, Mata Uang Global Bergantian Cetak Rekor

Yen Jepang Lanjutkan Reli, Fokus ke Kebijakan BOJ
Yen Jepang menguat ke sekitar 156,7 per USD, menandai tiga sesi kenaikan beruntun. Risalah rapat BOJ menunjukkan diskusi aktif mengenai kelanjutan pengetatan kebijakan, dengan kekhawatiran bahwa yen lemah dapat mendorong inflasi melalui kenaikan harga impor.

Meski BOJ sempat menahan suku bunga di 0,5%, kenaikan ke 0,75% pada Desember, yakni level tertinggi dalam beberapa dekade, ini menguatkan persepsi bahwa ruang pengetatan masih terbuka. Pasar kini menanti finalisasi anggaran fiskal Jepang FY2026 sekitar JPY 122 triliun, yang dapat memengaruhi arah kebijakan selanjutnya.
Euro Sentuh Level Tertinggi 13 Minggu
Euro menguat ke 1,18 per USD, tertinggi sejak September 2025. Dalam empat minggu terakhir, EUR/USD naik 2,01%, dan secara tahunan melonjak 13,26%, menuju performa terbaik sejak 2003.

Penguatan euro terjadi meski ECB mempertahankan suku bunga, setelah bank sentral tersebut merevisi naik proyeksi pertumbuhan dan inflasi, sebuah sinyal bahwa pelonggaran tambahan dalam waktu dekat semakin kecil kemungkinannya.

Dolar AS Tertekan, Mata Uang Global Bergantian Cetak Rekor

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

  • tradingContest