
Pasar keuangan global bergerak lebih berhati-hati menjelang rilis data penting Amerika Serikat, khususnya Nonfarm Payrolls dan Consumer Price Index. Ekspektasi perlambatan penciptaan lapangan kerja di kisaran 120 ribu serta inflasi yang mulai melandai membuat pasar kembali berspekulasi bahwa The Fed masih membuka ruang pelonggaran kebijakan lanjutan. Kondisi ini menekan bias hawkish dolar AS, meskipun Indeks Dolar masih bertahan di area 98,3–98,4 sambil menunggu kepastian data ekonomi utama.
Di sisi lain, pemangkasan suku bunga sebelumnya oleh The Fed dan sinyal bahwa kebijakan moneter akan lebih berhati-hati hingga 2026 menciptakan lingkungan yang relatif kondusif bagi aset berimbal hasil rendah seperti emas, serta mendukung stabilitas pasar saham Asia dan harga komoditas energi. Harga emas bertahan di area 4.290-an USD per ons, sementara minyak dan indeks Hang Seng menunjukkan potensi lanjutan penguatan.
Emas Berpotensi Rebound ke Area 4.400
Harga emas saat ini bergerak stabil di kisaran USD 4.250–4.300 per ons setelah pertemuan FOMC. Ekspektasi bahwa suku bunga AS akan ditahan atau berpotensi dipangkas kembali membuat biaya peluang memegang emas semakin rendah. Pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah turut memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian makro dan geopolitik.
Secara umum, struktur pergerakan emas masih cenderung positif dalam jangka menengah. Selama sentimen dovish The Fed bertahan dan tidak ada kejutan inflasi yang signifikan, emas memiliki peluang untuk melanjutkan rebound menuju area psikologis USD 4.400.
Rekomendasi XAUUSD disarankan buy di area 4.310 dengan stop loss di 4.265 dan target take profit di 4.400.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
