
Mengapa Dolar AS Terus Menguat dan Dampaknya ke GBPUSD
Mata uang dolar AS menunjukkan rally signifikan dengan indeks dolar, U.S. Dollar Index (DXY), yang telah naik enam sesi berturut-turut menandai streak terpanjang sejak Juli. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku pasar kembali memilih dolar sebagai aset safe‐haven seiring meningkatnya ketidakpastian global dan meredanya ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Kondisi ini memunculkan tekanan besar terhadap mata uang non-USD, termasuk sterling Inggris (GBP). Kebijakan moneter di Inggris yang cenderung dovish serta data ekonomi yang kurang menggembirakan membuat posisi GBP/USD melemah. Tekanan ini muncul juga karena divergensi antara Federal Reserve (yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi) dan Bank of England (yang menghadapi beban fiskal dan ekonomi domestik yang melambat).
Dari sisi teknikal, analisis menunjukkan bahwa GBP/USD menghadapi bias turun karena fluktuasi dolar yang kuat dan kondisi pasar yang lebih memilih short sterling. Salah satu rumah analisis menyebut bahwa GBP/USD bisa menembus area 1,3000 sebagai level support penting.
Outlook GBP/USD: Target Turun ke 1,3000
Dengan asumsi bahwa rally dolar AS terus berlanjut dan sterling tetap terbebani oleh faktor struktural di Inggris, maka target jangka menengah bagi GBP/USD adalah sekitar 1,3000. Beberapa analis menyarankan bahwa jika dukungan gagal, pasangan ini bisa melanjutkan ke area yang lebih rendah di bawah 1,3000.
Namun risiko tetap ada: jika terjadi kejutan data ekonomi AS yang lemah atau BoE mengubah sikap secara tiba-tiba, maka skenario turun bisa tertunda atau bahkan berbalik. Oleh karena itu penting untuk selalu memperhatikan data makro dan kebijakan bank sentral.
Lebih lengkapnya: https://www.kvb.co.id/insights...
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
