- AUD/JPY terdepresiasi karena kekhawatiran atas tarif Trump pada barang-barang Cina.
- Dolar Australia mungkin menguat kembali karena sentimen agresif di sekitar RBA.
- Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato mengatakan akan memantau dengan cermat dampak kebijakan Trump terhadap ekonomi Jepang.
AUD/JPY menelusuri kembali kenaikan terkini dari sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 101,60 selama jam-jam awal Eropa pada hari Jumat. Dolar Australia (AUD) melemah karena kekhawatiran tentang usulan Donald Trump untuk menaikkan tarif pada barang-barang China, mengingat Australia merupakan salah satu eksportir terbesar ke China.
Namun, penurunan Dolar Australia dapat dibatasi karena sentimen agresif yang menyelimuti Bank Sentral Australia (RBA). Gubernur RBA Michele Bullock menekankan perlunya kebijakan moneter yang ketat mengingat risiko inflasi yang terus berlanjut dan pasar tenaga kerja yang kuat pada hari Selasa menyusul keputusan bank sentral untuk mempertahankan Suku Bunga Resmi (OCR) tetap pada 4,35%, yang menandai jeda kedelapan berturut-turut.
Penurunan nilai tukar AUD/JPY dapat dikaitkan dengan beberapa intervensi verbal dari otoritas Jepang. Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato menyatakan pada hari Jumat bahwa ia akan "memantau dengan saksama dampak kebijakan Trump terhadap ekonomi Jepang." Kato menekankan pentingnya mata uang bergerak secara stabil yang mencerminkan fundamental ekonomi dan menegaskan bahwa tindakan yang tepat akan diambil sebagai respons terhadap fluktuasi yang berlebihan.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن