- Dolar Australia terdepresiasi karena para pedagang bersikap hati-hati menjelang hasil pemilihan presiden AS.
- Dolar Australia dapat memperoleh kembali momentumnya setelah Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan kembali sikap hawkishnya pada hari Selasa.
- Jajak pendapat keluar Georgia menunjukkan bahwa Trump unggul 10% atas Harris, diperkirakan dengan kurang dari 1% suara yang dihitung.
Dolar Australia (AUD) menelusuri kembali kenaikannya baru-baru ini terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu karena antisipasi pasar meningkat menjelang hasil pemilihan presiden AS. Para pedagang juga bersiap untuk pengumuman kebijakan Federal Reserve (Fed) AS pada hari Kamis.
Dolar Australia menguat setelah Bank Sentral Australia (RBA) memutuskan untuk mempertahankan Suku Bunga Tunai Resmi (OCR) pada 4,35% pada hari Selasa, yang menandai penghentian sementaranya yang kedelapan berturut-turut. Gubernur RBA Michele Bullock menegaskan kembali sikap agresifnya, menekankan perlunya kebijakan moneter yang ketat mengingat risiko inflasi yang terus berlanjut dan pasar tenaga kerja yang kuat.
Selain itu, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Australia terbaru menunjukkan pergeseran positif dalam aktivitas sektor swasta pada bulan Oktober. Pertumbuhan di sektor jasa membantu mengimbangi penurunan berkelanjutan di sektor manufaktur.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن