- Mata uang Poundsterling melemah setelah merosot mendekati 1,2970 terhadap Dolar AS pada sesi perdagangan London hari Kamis. Namun, prospek pasangan GBP/USD tetap rentan karena Dolar AS terus menguat karena para pedagang telah memperhitungkan perkiraan pemangkasan suku bunga besar-besaran oleh Federal Reserve (Fed) pada bulan November.
- Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, mencatat level tertinggi baru dalam 10 minggu di dekat 103,60. Pelaku pasar tidak memperkirakan Fed akan melanjutkan pemangkasan suku bunga yang besar karena data pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) terbaru untuk bulan September menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja tetap cukup tangguh.
- Menurut alat CME FedWatch, data harga berjangka Dana Federal 30 hari menunjukkan bahwa pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) di kedua pertemuan kebijakan pada bulan November dan Desember.
- Sementara itu, meningkatnya ekspektasi terhadap mantan Presiden AS Donald Trump yang memenangkan pemilihan presiden AS, yang dijadwalkan pada tanggal 5 November, telah memperkuat Dolar AS. Investor memperkirakan pemerintahan Trump akan memberikan kondisi keuangan yang lebih longgar, tarif impor yang lebih tinggi, dan pemotongan pajak.
- Pada sesi AS hari Kamis, investor akan mencermati data Penjualan Ritel AS bulanan untuk bulan September, ukuran utama pengeluaran konsumen, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT. Para ekonom memperkirakan Penjualan Ritel akan tumbuh sebesar 0,3%.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.

اترك رسالتك الآن