Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) tengah fokus mengembangkan bisnisnya dengan membangun pabrik Chlor Alkali and Ethylene Dichloride (CA-EDC) untuk memacu pertumbuhan hilirisasi di Indonesia. Pembangunan pabrik tersebut saat ini tengah dalam proses pemenuhan ketentuan regulasi di Indonesia. TPIA juga telah menjalin kerja sama strategis dengan Perum Jasa Tirta II untuk melakukan studi kelayakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Energi yang dihasilkan dari pembangkit berkapasitas 340 MegaWatt (MW) tersebut akan disalurkan ke pabrik CA-EDC yang pada tahap awal membutuhkan listrik sebesar 140 MW untuk beroperasi.
Perseroan berharap pembangunan pabrik CA-EDC dapat mengakselerasi pertumbuhan industri hilir nasional sekaligus mendukung Indonesia sebagai salah satu produsen nikel terbesar dunia dan memposisikan diri dalam rantai nilai kendaraan listrik global. Investasi pembangunan pabrik baru ini diproyeksikan mencapai US$1 miliar, dengan alokasi US$850 juta untuk fasilitas manufaktur dan US$150 juta sisanya untuk mendukung infrastruktur lainnya. TPIA telah menginvestasikan US$158,6 juta untuk akuisisi aset tetap, dengan alokasi US$100 juta untuk kegiatan Turn Around Maintenance (TAM) dan pemeliharaan rutin. Secara keseluruhan, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) telah mengalokasikan total belanja modal sebesar US$400 juta untuk tahun 2024.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
