- NZD/USD melemah akibat penghindaran risiko menjelang pidato Ketua Fed Powell yang dijadwalkan pada hari Jumat.
- Risalah FOMC terkini menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat Fed menyetujui penurunan suku bunga pada bulan September.
- Dolar Selandia Baru melemah karena Penjualan Ritel diperkirakan turun 1,0% QoQ untuk Q2.
NZD/USD mengakhiri kenaikan empat hari berturut-turutnya, diperdagangkan di sekitar 0,6150 selama sesi Asia pada hari Kamis. Penurunan pasangan NZD/USD ini dapat dikaitkan dengan peningkatan Dolar AS (USD) di tengah imbal hasil Treasury yang lebih tinggi.
Para pedagang bersikap hati-hati menjelang pidato utama Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell di Simposium Tahunan Jackson Hole pada hari Jumat. Powell mungkin akan menyampaikan pernyataan tentang kemungkinan penurunan suku bunga di Amerika Serikat (AS) yang sangat dinanti-nantikan.
Namun, kenaikan Dolar AS mungkin terbatas karena Federal Reserve diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 100 basis poin (bps) pada akhir tahun ini. Namun, ada perbedaan pendapat di antara analis pasar mengenai apakah Fed akan menerapkan pemangkasan sebesar 25 atau 50 bps pada pertemuannya di bulan September.
CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar sekarang memperkirakan peluang penurunan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan bulan September sebesar hampir 65,5%, turun dari 71,0% sehari sebelumnya. Probabilitas penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin meningkat menjadi 34,5% dari 29,0% sehari sebelumnya.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
