- Harga emas berhenti sejenak karena investor menjadi berhati-hati menjelang laporan NFP Amerika Serikat untuk bulan Maret, yang akan diterbitkan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Diperkirakan bahwa pemberi kerja di Amerika Serikat akan merekrut 200 ribu pekerjaan, lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan perekrutan sebesar 275 ribu yang terlihat pada bulan Februari. Tingkat Pengangguran diperkirakan tidak berubah pada 3,9%.
- Investor juga akan fokus pada data Pendapatan Rata-Rata Per Jam bulan Maret untuk mendapatkan lebih banyak wawasan tentang prospek inflasi. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan upah bulanan akan tumbuh pada kecepatan yang lebih tinggi yaitu 0,3% dari 0,1% di bulan Februari. Pertumbuhan upah tahunan diperkirakan tumbuh sebesar 4,1%, melambat dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,3%.
- Pertumbuhan upah yang lebih tinggi dapat memperlambat kemajuan penurunan inflasi menuju 2%, yang dapat berdampak negatif terhadap ekspektasi pasar terhadap Federal Reserve (Fed) untuk mulai menurunkan suku bunga pada bulan Juni. Jika hal ini terjadi, biaya peluang (opportunity cost) dari investasi pada aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) seperti Emas akan meningkat, sehingga membebani harganya. Sebaliknya, melambatnya pertumbuhan upah akan memperkuat daya tarik Emas.
- Sementara itu, stabilisasi penilaian Dolar AS setelah pedoman hawkish The Fed mengenai suku bunga juga memberikan sedikit tekanan pada harga Emas. Indeks Dolar AS (DXY) mendapat dukungan dari level terendah dua minggu di 103,90 setelah Presiden Bank Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan penurunan suku bunga tidak diperlukan tahun ini jika inflasi terhenti.
- Kashkari mengatakan dia memperkirakan dua penurunan suku bunga pada tahun 2024 dalam dot plot terbaru The Fed. “The Fed perlu mempertahankan suku bunga lebih tinggi pada kisaran 5,25%-5,50% jika inflasi tetap lebih kuat dari yang diharapkan,” Kashkari memperingatkan. Dia menambahkan bahwa jika hal tersebut masih tidak berhasil, maka kenaikan suku bunga lebih lanjut tidak akan terjadi, namun hal tersebut juga bukan merupakan skenario yang mungkin terjadi mengingat apa yang kita ketahui saat ini,” lapor Reuters.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
