- Pound Sterling turun tajam karena ONS Inggris melaporkan data Ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan untuk tiga bulan yang berakhir pada bulan Januari.
- Tingkat Pengangguran naik menjadi 3,9%, lebih tinggi dari ekspektasi dan perkiraan sebelumnya sebesar 3,8%. Pengusaha di Inggris memberhentikan 21 ribu pekerja dibandingkan mempekerjakan 72 ribu pencari kerja dalam tiga bulan yang berakhir pada bulan Desember. Pada bulan Februari, Perubahan Jumlah Penggugat tumbuh moderat sebesar 16,8 ribu dari ekspektasi 20,3 ribu. Pada bulan Januari, jumlah individu yang mengklaim tunjangan pengangguran adalah 3,1 ribu, direvisi turun dari 14,1 ribu.
- Penghasilan Rata-rata Tidak Termasuk Bonus tumbuh sebesar 6,1%, melebihi ekspektasi dan angka sebelumnya sebesar 6,2%. Pendapatan termasuk bonus naik lebih lambat sebesar 5,6%, dibandingkan konsensus sebesar 5,7% dan pembacaan sebelumnya sebesar 5,8%.
- Kecepatan penurunan Pendapatan Rata-rata (baik dengan atau tanpa bonus) selama tiga bulan yang berakhir pada bulan Januari lebih tinggi dari perkiraan pelaku pasar. Pertumbuhan upah yang lebih lambat diperkirakan akan memungkinkan para pembuat kebijakan Bank of England untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan.
- Sebaliknya, pada hari Senin, pembuat kebijakan BoE Catherine Mann memperingatkan bahwa masih ada jalan panjang untuk menurunkan inflasi secara berkelanjutan ke target yang diinginkan sebesar 2%. Mann adalah salah satu dari dua pembuat kebijakan yang memilih kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan moneter bulan Februari.
- Minggu ini, Pound Sterling akan tetap bergerak karena investor akan mengalihkan fokus ke Produk Domestik Bruto (PDB) bulanan Inggris dan data pabrik untuk bulan Januari, yang akan dipublikasikan pada hari Rabu.
- Pasangan GBP/USD diperkirakan akan tetap waspada karena data inflasi Amerika Serikat, yang dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB), akan memimpin pergerakan Dolar AS selanjutnya.
- Inflasi utama bulanan diperkirakan meningkat sebesar 0,4% dari 0,3% di bulan Januari. Pada periode yang sama, inflasi inti, yang tidak memperhitungkan volatilitas harga pangan dan energi, diperkirakan tumbuh lebih lambat sebesar 0,3% dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 0,4%. Mengenai angka tahunan, para ekonom memperkirakan bahwa IHK utama akan tetap bertahan di 3,1% dan inflasi inti akan melambat menjadi 3,7% dari 3,9% di bulan Januari.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.

اترك رسالتك الآن