PASAR SAHAM ASIA: PERDAGANGAN CAMPURAN DI TENGAH KEKHAWATIRAN SUKU BUNGA AS, KRISIS HUTANG CINA

avatar
· Views 93



 
 Pasar saham Asia diperdagangkan beragam pada hari Kamis di tengah kekhawatiran tentang ketakutan inflasi AS, krisis utang China.
 Fitch Ratings mungkin mempertimbangkan kembali peringkat kredit negara A China dalam menghadapi hambatan ekonomi yang semakin intensif.
 Ekuitas Jepang diperdagangkan lebih rendah setelah data defisit perdagangan yang tidak terduga di bulan Juli.
 Perdagangan ekuitas Asia bervariasi mengikuti Wall Street yang lebih rendah pada hari Kamis setelah rilis risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).  Investor khawatir tentang semakin banyaknya bukti kemunduran China dan kemungkinan kenaikan suku bunga AS.

 Risalah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) menekankan bahwa inflasi tetap tinggi dan mungkin memerlukan pengetatan kebijakan moneter tambahan.  Ini, pada gilirannya, membebani ekuitas saham regional dan aset berisiko pada hari Kamis.

 Pada saat penulisan, Shanghai China naik 0,01% menjadi 3.150, Indeks Komponen Shenzhen naik 0,46% menjadi 10.628, dan Hang Sang Hong Kong turun 0,12% menjadi 18.308.  NIFTY 50 India turun 0,29%, Kospi Korea Selatan turun 0,45%, dan Nikkei Jepang turun 0,38%.

 Di Cina, pasar saham diperdagangkan di wilayah negatif selama lima hari berturut-turut.  Pada hari Rabu, Indeks Harga Rumah Tiongkok untuk bulan Juli turun menjadi -0,1% dari 0% sebelumnya.  Data tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang potensi bencana properti China, terutama karena pengembang besar Country Garden Holdings berjuang untuk membayar komitmen pinjamannya.  Selain itu, Fitch Ratings mungkin mempertimbangkan kembali peringkat kredit negara A China dalam menghadapi hambatan ekonomi yang semakin intensif.

 Di Jepang, Nikkei 225 diperdagangkan lebih rendah menyusul defisit perdagangan negara yang tidak terduga pada bulan Juli.  Selain itu, ekspor Jepang turun untuk pertama kalinya dalam dua tahun, dengan penurunan pengiriman yang signifikan ke China.

 Selanjutnya, pelaku pasar akan mengamati dengan cermat berita utama seputar kesengsaraan ekonomi China.  Klaim Pengangguran Awal mingguan AS dan Survei Manufaktur Fed Philadelphia untuk Agustus akan dirilis hari ini.  Juga, Indeks Harga Konsumen Nasional Jepang tahunan untuk bulan Juli akan dirilis pada hari Jumat.  Peristiwa tersebut dapat memberikan petunjuk untuk kebijakan moneter Fed lebih lanjut dan memberikan arahan untuk aset berisiko seperti ekuitas, mata uang yang sensitif terhadap risiko, dll.

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

  • tradingContest