ICDX: Permintaan India Berpotensi Menurun, Minyak Ikut Melesu

avatar
· Views 78

ICDX: Permintaan India Berpotensi Menurun, Minyak Ikut Melesu

Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak bearish dibebani oleh potensi penurunan permintaan minyak oleh India seiring dengan menyusutnya diskon minyak Rusia dan rilisnya data ekonomi bernada negatif dari China yang menekan permintaan minyak.

 

Permintaan minyak Rusia oleh India berpotensi menurun pasca diskon minyak Rusia dilaporkan telah menyusut menjadi $4 per barel dari sebelumnya $25-30 per barel, ujar sumber yang mengetahui masalah tersebut. India saat ini mengimpor hampir 40% dari total impor minyak mentahnya dari Rusia, dan biasanya perusahaan kilang India membeli minyak Rusia berdasarkan pengiriman, di mana penjual mengatur pengiriman dan asuransi, untuk menghindari pelanggaran sanksi dari AS dan UE. Aspek ini menjadi lebih penting setelah G7 menetapkan batas harga $60 untuk ekspor energi Rusia melalui laut, membuat pengiriman atau asuransi — 60% dikendalikan oleh entitas Eropa — sulit diperoleh untuk minyak yang dijual melewati batas atas. Dengan tren penurunan harga yang terjadi belakangan ini, maka akan membuat pembeli khususnya dari India dapat segera kehilangan diskon jika harga minyak turun lebih jauh dan mempersempit kesenjangan dengan batas harga G7.

 

Sentimen negatif lainnya datang dari data ekonomi terbaru yang dirilis oleh China yang menunjukkan Indeks Harga Produsen (PPI) turun pada laju tercepat dalam lebih dari tujuh setengah tahun pada bulan Juni. Selain itu, Biro Statistik Nasional (NBS) melaporkan Indeks Harga Konsumen (CPI) tidak berubah dari tahun ke tahun, dibandingkan dengan kenaikan 0.2% yang terlihat di bulan Mei, sekaligus merupakan laju paling lambat sejak Februari 2021. Data negatif ekonomi China tersebut memicu kekhawatiran akan momentum pemulihan ekonomi negara importir minyak terbesar pertama dunia itu.

 

Sementara itu, minyak mentah Arab Saudi yang ada di fasilitas penyimpanan terapung di pelabuhan Ain Sukhna di Laut Merah Mesir, dilaporkan berada pada level 10.5 juta barel pada 7 Juli atau turun hampir setengahnya dari pertengahan Juni, ungkap laporan terbaru yang dirilis oleh perusahaan analisis minyak Vortexa. Jumlah minyak Saudi di Ain Sukhna pada 14 Juni tercatat berada di level 19.5 juta barel, tambah Vortexa.

 

Kekhawatiran akan keamanan di jalur pengiriman via Teluk Oman turut mendukung pergerakan harga minyak pasca aksi penyitaan terbaru yang dilakukan oleh Iran pada pekan lalu terhadap tanker Richmond Voyager yang dikelola oleh Chevron. Otoritas pelayaran utama termasuk Kepulauan Marshall dan Yunani telah memperingatkan dalam beberapa pekan terakhir tentang ancaman terhadap pengiriman komersial melalui Teluk termasuk Selat Hormuz.

 

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $76 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $72 per barel.

 

Dicetak ulang dari ICDX, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest