Dalami Kasus Investasi Bodong Robot Trading, Kembali Polisi Panggil Korban Lain

avatar
· Views 79

Dalami Kasus Investasi Bodong Robot Trading, Kembali Polisi Panggil Korban Lain

Situbondo, reportasenews.com -Setelah penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Situbondo memanggil Nur Arinda, korban investasi bodong smart avatar atau robot trading, dengan terlapor Sigit Susetyo Raharjo selaku Kabag Humas Pemkab Situbondo, penyidik pidsus kembali memanggil korban.

 

Namun, kali ini, yang dipanggil korban berinisial HN (47) warga Desa/Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo.Bahkan, untuk memenuhi panggilan penyidik, korban HN didampingi salah seorang kuasa hukumnya ke Mapolres Situbondo, Jawa Timur, yakni Atik Kriztiana.

 

Atik Kriztiani mengatakan, diakui pada hari ini (Senin red-) HN dipanggil untuk diminta keterangannya oleh penyidik, dalam dugaan kasus penipuan investasi bodong smart avatar atau robot trading, dengan terlapor Sigit Susetyo Raharjo selaku Kabag Humas Pemkab Situbondo.

 

“Dalam kasus dugaan penipuan investasi bodong smart avatar, kami punya dua klien yang melaporkan ke Mapolres Situbondo, yakni Nur Arinda dengan total yang diinvestasikan sebesar Rp237 juta, sedangkan korban HN sebesar Rp159 juta, sehingga jumlah total dari dua klien saya nominalnya mencapai Rp396 juta,”ujar Atik Kriztiana, Senin (8/5/2023).

 

Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Dhedi Ardi Putra mengatakan, untuk mendalami dugaan kasus penipuan investasi bodong smart avatar atau robot trading, pihaknya memanggil korban yang lain untuk diminta keterangannya.

 

“Untuk hari ini (Senin red-), penyidik memanggil korban berinisial HN. Selain itu, penyidik dalam waktu dekat juga akan memanggil terlapor untuk dilakukan klarifikasi,”katanya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Kabag Humas Pemkab Situbondo, Sigit Susetyo Raharjo, Senin (20/3/2023) dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolsian Terpadu (SPKT) Polres setempat. Pasalnya, Sigit diduga melakukan penipuan investasi bodong Smart Avatar atau Robot Trading.

 

Sementara korbannya adalah Nur Arinda, salah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Situbondo.

 

Dalam melaporkan kasus penipuan dengan nominal Rp237 juta ke Mapolres Situbondo tersebut. Perempuan berusia 48 asal Desa Awar-awar, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo itu, didampingi dua orang kuasa hukumnya, yakni Zainuri Ghazali dan Atik Kriztiana.

 

Dicetak ulang dari ReportaseNews, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest