Kebijakan Sawit Indonesia Akan Pengaruhi Harga CPO Pekan Ini

avatar
· Views 83

Kebijakan Sawit Indonesia Akan Pengaruhi Harga CPO Pekan Ini

Jakarta, Beritasatu.com– Harga CPO atau minyak sawit mentah pekan ini diprediksi berpotensi menguat didukung sejumlah sentimen seperti kebijakan ekspor crude plam oil di Indonesia.

 

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, penguatan harga CPO pekan ini juga akan dipengaruhi data ekspor CPO Malaysia periode awal Mei, situasi di negara importir utama seperti Tiongkok, India dan Eropa, serta situasi di pasar minyak nabati. “Harga CPO pekan ini diperkirakan akan bergerak pada di kisaran 3.450-3.550 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.

 

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memberlakukan pengurangan rasio kuota hak ekspor CPO. Dengan adanya kebijakan ini, maka rasio penjualan ke luar negeri dan pemenuhan DMO dipangkas menjadi 1:4. Artinya, produsen hanya bisa melakukan ekspor sebanyak 4 kali dari jumlah pemenuhan pasokan dalam negeri.

 

Yoga tidak memungkiri bahwa harga komoditas di awal kuartal II 2023 ini mengalami pelemahan. Hal itu terjadi karena perubahan tata niaga transaksi CPO di Indonesia, peningkatan mandatori biodiesel di Indonesia menjadi B-40, dan kembali pulihnya pasar di Indonesia dan Malaysia pasca-libur panjang perayaan Ramadan dan Lebaran.

 

Pekan lalu, harga CPO mengalami kenaikan. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives basis penutupan mingguan periode 20-28 April 2023, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Mei 2023 anjlok 173 Ringgit Malaysia menjadi 3.937 Ringgit Malaysia per ton.

 

Sedangkan kontrak berjangka pengiriman CPO untuk Juni 2023 terkoreksi 326 Ringgit Malaysia menjadi 3.540 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO pengiriman Juli 2023 merosot 367 Ringgit Malaysia menjadi 3.338 Ringgit Malaysia per ton. Pada Agustus 2023 jatuh 350 Ringgit Malaysia menjadi 3.285 per ton.

 

Sementara Kontrak berjangka CPO pengiriman September 2023 turun 324 Ringgit Malaysia menjadi 3.295 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Oktober 2023 kehilangan 317 Ringgit Malaysia menjadi 3.302 Ringgit Malaysia per ton.

 

Dicetak ulang dari BeritaSatu, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest