
Pelaku industri kripto di Indonesia menemukan adanya perubahan perilaku investor kripto selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Waktu tersebut dianggap sebagai “masa kering” bagi platform trading.
Namun, hari raya keagamaan seperti Idul Fitri biasanya tidak memiliki dampak signifikan pada perubahan harga aset kripto.
Perubahan harga cenderung dipengaruhi oleh peristiwa ekonomi makro yang besar, seperti laporan inflasi, kenaikan suku bunga, atau keruntuhan entitas industri besar.
Investor Kripto Cenderung Tidak Aktif
Menurut CEO Indodax, Oscar Darmawan, bulan puasa sering dianggap sebagai waktu yang kurang menguntungkan untuk melakukan investasi di pasar kripto. Meskipun terjadi peningkatan volume, namun tidak terlalu signifikan dan pola ini telah terjadi pada bulan puasa sebelumnya.
“Bulan puasa selalu menjadi masa yang cukup kering untuk trading platform. Ada pergerakan harga dan lonjakan volume, tetapi tidak terlalu besar. Pada bulan puasa banyak yang merasa dua hal. Pertama, kebanyakan orang lebih memilih tidak aktif pada hal yang bersifat berspekulasi. Kedua, bulan puasa berkaitan dengan lebaran dan konsumsi masyarakat yang tinggi,” ungkap Oscar Darmawan di Twitter Space Coinvestasi (13/4).
Momen Ambil Keuntungan
CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, juga merasakan adanya perubahan perilaku investor selama bulan Ramadan.
Menurut Yudho, sebagian besar investor cenderung untuk mengambil keuntungan selama periode tersebut. Selain itu, ia juga mengamati pergeseran dalam jam perdagangan.
“Ada pengambilan profit dan pergeseran jam perdagangan. Awalnya, jam perdagangan banyak di sepanjang hari tetapi saat ramadan lebih banyak di malam hari,” ungkap Yudhono Rawis di acara yang sama.
Manfaatkan THR dengan Baik
Sementara itu, bulan ini menjadi momen di mana tunjangan hari raya (THR) tiba. CMO Pintu, Timothius Martin mengimbau pada masyarakat yang ingin menggunakan dana THR untuk investasi kripto untuk melakukan riset lebih dulu. Soalnya, pasar kripto sangat volatil dan berisiko.
“Setelah memiliki bekal pengetahuan yang cukup dan sudah memulai investasi pertamanya, investor bisa mengembangkan lagi aset yang diinvestasikan untuk dapat keuntungan pasif,” ungkap Timothius Martin.
Pasar Kripto Saat Ramadan dan Idul Fitri
Pelaku industri menganggap bulan Ramadan menjadi bulan di mana pasar kripto cenderung sepi, bagaimana realitanya jika melihat pergerakan harga Bitcoin yang memiliki pengaruh terhadap harga kripto secara umum?
Analis Coinvestasi melakukan perbandingan antara pergerakan harga Bitcoin (BTC) dan volume perdagangannya pada bulan ramadan tiga tahun terakhir. Pergerakan harga BTC dipercaya sebagai tolok ukur yang mewakili pasar kripto.
Selain itu, analis juga mengamati volume pencarian Bitcoin beserta level crypto fear and greed index untuk menilai seberapa antusias pasar pada saat itu.
Dicetak ulang dari Coinvestasi, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن