Tips Profit Konsisten Ala Trader Bang Ran, Yuk Simak!

avatar
· Views 4,540

Tips Profit Konsisten Ala Trader Bang Ran, Yuk Simak!

Wawancara FOLLOWME hadir untuk menampilkan kisah pengalaman yang telah dialami oleh para traders di Indonesia. Banyak sekali cerita tentang betapa sulitnya dalam bertransaksi forex, terutama jika Anda ingin menjadi Trader Forex Profesional. Cerita tersebut tidak bermaksud untuk mengecilkan hati para trader pemula, tetapi harus dilihat sebagai pelajaran tentang apa itu trading forex. Pada kesempatan ini FOLLOWME akan melakukan wawancara dengan Trader Forex @Bang RAN. Bagaimana kisahnya, mari kita lihat:

 

FOLLOWME         : Hallo, terimakasih telah bersedia untuk diwawancarai dan meluangkan waktu dengan Komunitas Trading FOLLOWME Indonesia. Bisakah anda memberitahu kami tentang diri anda dan bagaimana awalnya anda mengenal trading forex?

Bang RAN            : Hallo semuanya salam kenal perkenalkan saya Bang Ran saya berasal dari Medan namun saya sudah lama tinggal di Bali dan aktivitas saya saat ini menjadi seorang trader, saya juga termasuk sebagai full time trader. Saya menekuni dunia trading ini sudah lama sejak 2017 sampai saat ini dan pada tahun 2019 lalu saya sudah benar-benar fokus dalam dunia trading forex, serta saya seringkali memberikan edukasi mengenai trading melalui platform sosial media seperti YouTube, TikTok, Telegram.

 

FOLLOWME         : Apa tantangan terbesar bagi Anda, ketika Anda mulai trading dan menjadi seorang trader?

Bang RAN            : Tantangan terberat saya pada saat memulai berkarir di dunia trading karena pada saat awal saya trading tanpa menggunakan modal ditambah dengan saya berada di keluarga yang kurang berada, hal ini membuat saya harus bisa belajar sendiri mulai dari mencari modal hingga belajar mengenal trading. Namun setelah menjalani trading juga ada tantangan tersendiri seperti disaat kita loss (rugi) terutama ketika awal trading pasti beda rasanya, kalau kita bandingkan dengan bekerja kita tidak khawatir dengan uang yang kita hasilkan sedangkan kalau kita hanya melakukan trading saja dan loss (rugi) kita harus memikirkan bagaimana nasib kita kedepannya. Saya pernah mengalami masa-masa sulit karena pada saat itu saya bekerja ditambah dengan saya trading, jadi saya harus bisa memutarkan uang yang saya hasilkan dari bekerja dan ketika saya mengalami loss (rugi) saya sempat bingung dengan perasaan saya, mau berhenti trading tapi sudah terlanjur dan kalau melanjutkan trading saya bingung di modal. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan karir saya sebagai seorang trader karena saya memiliki prinsip “ketika saya sudah memulai saya tidak boleh berhenti”. 

 

FOLLOWME         : Selama melakukan trading forex, Apa yang membuat Anda yakin dalam berinvestasi di Forex?

Bang RAN            : Sebenarnya saya trading di semua jenis mulai dari kripto hingga saham tapi kalau saham saya itu investasi, karena menurut saya kalau trading itu berarti jangka pendek dan kalau kita trading di saham menurut pengalaman saya itu kurang worth it sehingga saya memilih invest di saham. Kripto sendiri juga saya pernah bertrading namun tidak terlalu karena kripto itu sangat volatilitas pergerakannya. Kenapa saya memilih lebih fokus ke forex? Karena menurut saya perputaran uang setiap harinya ada di seluruh dunia, jadi menurut saya sudah pasti mendapatkan uang disana tapi tergantung teknik apa yang kita lakukan, dengan cara apa yang kita bisa ambil kurang lebihnya dari bagian uang yang sudah terputar saat itu. Saya juga memiliki prinsip seperti ini “kalau kita ingin mencari ikan berarti kita harus mencari di pasar ikan sedangkan kalau kita ingin mencari modal ya berarti pasar modal” sehingga hal ini membuat saya lebih condong ke trading forex.

 

FOLLOWME         : Apakah anda pernah mengalami kendala ketika memulai trading dan bagaimana cara anda mengatasinya?

Bang RAN            : Pasti ada kendala dari segi kita belajar, dari segi modal, dari segi kita loss-pun bisa dikatakan kendala karena kalau kita sudah loss (rugi) pasti kita punya perasaan bad mood atau semacamnya. Kita harus mempunyai mindset terlebih dahulu untuk mengatasi hal-hal seperti itu, kalau misalnya teman-teman traders semua belum belajar atau baru memulai belajar dan atau sudah memulai belajar tapi kalian bingung berarti kalian harus membenarkan mindset kalian terlebih dahulu karena menurut saya trading itu bukan tempat untuk menjadi kaya tapi kalian bisa gunakan trading itu sebagai layaknya kalian berbisnis, saya mempunyai mindset trading itu berbisnis seperti pada umumnya bisnis. Bisnis itu pasti ada rugi dan ada untung, jadi semua tergantung dari diri sendiri kalau kita tahu cara memanajemen bisnis kita, kita pasti akan mengakumulasi bisnis tersebut mendapat untung walaupun tidak setiap hari mendapat keuntungan. Intinya menurut saya cara mengatasinya dengan membenarkan mindset kita dalam bertrading dan video-video di YouTube atau video-video di tempat lain yang menyatakan trading forex buat kita cepat kaya, menurut saya itu salah besar.

 

FOLLOWME         : Berdasarkan pengalaman trading anda, strategi seperti apa yang anda terapkan saat bertransaksi Forex?

Bang RAN            : Untuk saat ini saya sudah mempunyai channel YouTube, di platform tersebut saya sering sharing teknik scalping (jangka pendek), jangka pendek itu pasti bisa masuk dimana saja entah itu sedang trend atau sideways karena mainnya cepat. Namun sebenarnya kenyataan penerapan saya dalam bertrading itu swing trade,  saya invest beberapa dan saya tunggu. Selain itu saya tipe trader yang bisa semua karena menurut saya pergerakan market itu hanya 2, trend dan sideways. Menurut saya walaupun trader mempunyai teknik atau semacamnya yang terpenting itu bagaimana cara memanajemen equitynya ketika trading.

 

FOLLOWME         : Menurut Anda, seberapa penting money management dalam trading forex?

Bang RAN            : Manajemen menurut saya sangat penting, karena manajemen itu yang menentukan apakah kita berhasil atau tidaknya. Sebagai contoh saya mempunyai channel YouTube dan saya membuat challenge dari modal Rp 1 juta ke Rp 14 juta, kalau secara psikologis dan visual pasti kebanyakan orang berpikiran “Woah kok bisa” tapi sebenarnya dibalik itu semua yang saya mau ajarkan itu bukan pemikiran semacam itu atau pemikiran cepat kaya, tapi saya ingin mengajarkan manajemen keuangan dengan modal Rp 1 juta sampai Rp 14 juta yang artinya saya meresikokan uang Rp 1 juta itu atau dikenal dengan metode Full Margin. Mungkin sebagian orang tidak cocok untuk metode tersebut, oleh karena itu harus dipikirkan money management diatur resiko dalam melakukan trading. Sebenarnya menurut saya teknikal itu hanya memakan 30% saja dan 60% untuk money management.

 

FOLLOWME         : Apa pendapat Anda tentang ketakutan dan keserakahan dalam trading terkait psychology trader?

Bang RAN            : Kenapa traders itu takut? Menurut saya pertama mereka tidak mengukur modal, kebiasan traders tidak mengukur secara jelas modal yang ideal. Kedua tidak mengukur kerugian sebagai contoh saya mempunyai modal Rp 10 juta dengan 1 transaksi saya menaruh resiko 1% dari modal yang berarti 1 transaksi saya menaruh resiko sebesar Rp 100 ribu. Oleh karena itu seorang traders harus mengetahui berapa lot yang akan digunakan, stop loss berapa, take profit berapa. Hal tersebut yang membuat kebanyakan traders takut karena mereka tidak memperhitungkan hal-hal seperti itu, karena kebanyakan dari mereka akan memperhitungkan kerugian didepan kalau traders sudah rugi baru berpikir. Itulah yang membuat traders menjadi takut, intinya ketika kita bertrading kita harus fair yang berarti adil ketika loss dan adil ketika profit, biasanya traders yang mengalami rugi atau MC terkadang tidak terima dengan kerugian atau tidak fair ketika berdagang tidak terima dengan kenyataan kalau dia loss (rugi).

 

FOLLOWME         : Bisakah Anda ceritakan tentang sesuatu yang terjadi baru-baru ini di pasar keuangan dan bagaimana pendapat Anda mengenai hal itu?

Bang RAN            : Sebenarnya saya trading berdasarkan Teknikal, jadi saya jarang baca Fundamental khususnya forex karena selama saya bertrading hal itu tidak berpengaruh karena seperti apa yang saja jelaskan sebelumnya saya trading di keadaan trend maupun sideways, jadi kalau misalkan ada isu-isu perang atau sebagainya menurut saya tidak berpengaruh ke pribadi saya tapi mungkin ada sebagian traders yang analisa berdasarkan Fundamental hal-hal itu mungkin akan berpengaruh. Tapi saya akan mengatakan bahwa teknikal tidak sepenuhnya benar ataupun fundamental yang paling benar, menurut saya asalkan traders dapat mengetahui titik dimana ketika melakukan entry point dan menentukan manajemen yang baik itu sudah cukup.

 

FOLLOWME         : Menurut Anda mengapa beberapa orang masih menganggap Forex sebagai penipuan/scam? Lalu bagaimana cara Anda menanggapi hal seperti itu?

Bang RAN            : Pasti semua pernah mengalami beberapa kendala tapi menurut saya broker scam/penipuan itu pasti ada sehingga kita harus pintar-pintar menilai broker seperti ketika melakukan deposit, kita harus menilai kita mau depositnya kemana kalau kita benar-benar tahu dan kita paham tempat arah kita mau menaruh deposit atau mengalokasikan dana kita harusnya kita tidak akan terkena seperti itu. Maka dari itu saya sarankan untuk mencari lebih tahu atau lebih dalam mengenai broker tersebut sebagai contoh saya mendepositkan uang di broker A, sebelum saya mendepostikan di broker A saya harus mencari tahu terlebih dahulu kriteria broker A seperti apa dan apakah ada potensi broker tersebut melakukan kecurangan. Namun naasnya kebanyakan orang menyatakan bahwa broker scam atau lain sebagainya, padahal nyatanya orang itu tidak bisa melakukan trading. Padahal logikanya jika dia tidak melakukan trading atau open transaksi dia tidak akan rugi, semisal broker itu scam atau tidak kita bisa mengetahui jika broker tersebut tidak bisa melakukan penarikan dana (withdraw).

 

FOLLOWME         : Saran apa yang bisa anda berikan kepada non profesional atau pemula yang ingin memulai karir sebagai seorang trader?

Bang RAN            : Saran saya yang pertama mindset harus dibenerin, jangan teman-teman traders berfikir kalau forex itu membuat kalian cepat kaya tapi kalau membuat kalian bekerja dimana saja itu betul. Kedua buat teman-teman traders yang tidak punya modal, saran saya cari terlebih dahulu modal entah itu penghasilan dari bekerja atau yang lain sampai menurut teman-teman traders modal itu ideal. Sebagai contoh modal Rp 10 juta kalian bisa memperhitungkan berapa 1%, 10% dari modal tersebut karena kebanyakan orang deposit secara nyicil Rp 500 ribu, RP 1 juta pasti lama kelamaan akan habis dan teman-teman traders juga harus menilai dari modal tersebut kira-kira sebulan mendapat keuntungan berapa serta resiko dari modal tersebut berapa. Ketiga sobat traders harus mempunyai mindset terus belajar dan belajar, walaupun kita harus mengeluarkan uang dalam pembelajaran tersebut menurut saya tidak masalah karena tidak semua pembelajaran mengenai forex atau strategi perdagangan secara leluasa tersebar di platform-platform sosial media seperti YouTube. Trader Pro sekalipun jarang sekali membuka atau membongkar strategi yang mereka gunakan di YouTube, jadi teman-teman traders harus bisa mengedukasi diri sendiri mengenai dunia trading forex ketika sudah merasa siap baru teman-teman traders bisa mencoba tapi ingat jangan gunakan akun real, gunakan akun demo untuk melatih kemampuan. Setelah melewati dan mencoba saya yakin teman-teman traders bisa dengan mudah trading jadi tidak takut ketika entry dan peluang MCnya pun sangat kecil.

 

FOLLOWME         : Selama Anda trading, platform broker apa saja yang Anda gunakan? Dan mengapa Anda memilih broker tersebut?

Bang RAN            : Saya pribadi jujur tidak pernah merekomendasikan broker apapun, karena saya solo trader dan broker yang saya gunakan cukup banyak mulai dari OctaFx,XM, Exness ataupun broker-broker lainnya walaupun tidak legal di Indonesia tapi saya berpandangan selagi broker tersebut bisa melakukan deposit dan withdraw broker itu fair, mungkin sebagian traders banyak sekali mempermasalahkan hal-hal legal atau tidak legal memang secara hukum hal itu tidak baik karena kita tetap harus mengikuti aturan namun itu kembali lagi kepada masing-masing teman traders semua.

 

Itu dia wawancara kami bersama @Bang RAN. Tentunya banyak hal yang bisa kita petik dari wawancara dengan dirinya. Kami juga menyampaikan rasa terima kasih kepada @Bang RAN atas kesediaannya menjawab pertanyaan dari tim FOLLOWME.

 

Sampai jumpa di kesempatan Wawancara FOLLOWME Selanjutnya! 

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest