
Zipmex, salah satu platform aset kripto di Asia Pasifik, memprediksi pasar kripto global masih cenderung bergerak mendatar (sideways) di tahun 2023. Kendati demikian, ia percaya akan melihat pemulihan pasar kripto.
“Pasar kripto global diprediksi masih cenderung mendatar (sideways) di tahun 2023. Kendati demikian, kami percaya kita akan melihat pemulihan pasar kripto seiring dengan meningkatnya kepercayaan investor dan adopsi Web3,” jelas Head of Public Policy, Zipmex Indonesia, Erdina Oudang dalam pernyataan resminya, Selasa (31/1).
Menurutnya, perkembangan industri blockchain dan kripto di Indonesia membutuhkan dukungan pemerintah.
“Antusiasme positif yang ditunjukkan oleh pemerintah Indonesia terhadap blockchain dan kripto merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan dan perkembangan industri ini di tanah air,” ujarnya.
Terlepas dari efek domino yang melanda industri kripto, kembali membuka layanan dompet kripto penggunanya dan menjalankan bisnis seperti semula.
"Pada 3 November 2022 lalu, Zipmex mengaktifkan kembali akses Z Wallet secara keseluruhan untuk pelanggan. Langkah ini dimulai dari Indonesia dan akan segera dilanjutkan ke pelanggan Zipmex di negara lain," katanya.
Tidak hanya mengaktifkan kembali fitur transfer di Z Wallet, ia mengatakan Zipmex juga telah membuka kembali platform exchange kriptonya.
"Perkembangan ini menjadikan lebih dari 90 aset digital dapat kembali diperdagangkan bagi seluruh pengguna Zipmex di Indonesia," ujarnya.
Zipmex, kata Erdina, berkomitmen untuk terus mendukung adopsi dan penggunaan blockchain serta kripto di kawasan Asia Pasifik.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi BAPPEBTI, Tirta Karma Senjaya juga mengungkapkan perdagangan aset kripto dapat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat, menciptakan, dan mendorong upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia pada 2030.
"Oleh sebab itu, Bappebti telah menerbitkan beberapa kebijakan strategis guna memberikan kepastian dan perlindungan hukum bagi masyarakat, serta kepastian berusaha dan memberikan ruang bagi pengembangan usaha inovasi komoditi digital di sektor tersebut,” sambungnya.
Menurut data Bappebti, hingga November 2022, pelanggan terdaftar aset kripto nasional telah mencapai 16,55 juta orang, jumlah ini lebih banyak sekitar 5,35 juta orang dibanding tahun sebelumnya sebanyak 11,2 juta orang.
Berdasarkan demografinya, sekitar 48% pelanggan aset kripto nasional berusia 18-35 tahun. Dengan rata-rata nilai transaksi sekitar 70%-nya di bawah Rp500.000. Global Webindex (GWI) mencatat, persentase pengguna internet Indonesia yang memiliki aset kripto ada sebanyak 16,4%.
Dicetak ulang dari TribunJabar, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن