Transaksi Kripto Anjlok 56 Persen, BAPPEBTI Yakin Masih Prospektif

avatar
· Views 3,204
Transaksi Kripto Anjlok 56 Persen, BAPPEBTI Yakin Masih Prospektif

Nilai transaksi perdagangan kripto sepanjang Januari hingga Agustus 2022 tercatat turun sebanyak 56,35 persen dibandingkan tahun lalu menjadi Rp249,3 triliun, namun Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) tetap optimistis pasar kripto Indonesia bisa menguat. 


Kepala Biro Pembinaan dan Perkembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Tirta Karma Senjaya mengatakan, pasar kripto dalam negeri masih aman meskipun transaksi sedang menurun.


“Walaupun bergejolak cenderung turun, pengamat kripto banyak yang menyampaikan bahwa aset dengan kapitalisasi pasar besar masih akan bertahan,” ujar Tirta kepada Bisnis, Selasa (4/10/2022).


Pasar kripto sendiri diyakini masih akan kondusif mengingat nasabah atau investor aset kripto yang bertransaksi di platform yang terdaftar di BAPPEBTI jelas terukur kapasitasnya. Hal ini karena sistem penilaian yang dilakukan BAPPEBTI.


“Jadi bisa dibilang walau pasarnya lesu sama dengan pasar globalnya, dan menurun dibanding tahun lalu, tetapi transaksi masih tetap ada dan nasabah kripto masih terus bertambah,” tutupnya.


Berdasarkan data BAPPEBTI, nilai transaksi perdagangan aset kripto memang tercatat turun, namun jumlah pelanggan aset kripto yang terdaftar di Indonesia sampai Agustus 2022 tercatat sebanyak 16,1 juta pelanggan, dengan rata-rata kenaikan jumlah pelanggan sebanyak 725.000 per bulan. 


Sebagai regulator aset kripto, BAPPEBTI turut mengatur aset yang diperdagangkan dan masuk ke whitelist sesuai dengan Peraturan BAPPEBTI Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka pasal 3. Adapun ketentuan yang tercantum yaitu berbasis distributed ledger technology berupa aset kripto utilitas (utility crypto) atau aset kripto beragun aset (crypto backed asset), dan telah memiliki hasil penilaian dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang ditetapkan BAPPEBTI. 


Adapun hasil penilaian dengan AHP menggunakan sejumlah indikator seperti nilai kapitalisasi pasar aset kripto, masuk dalam transaksi bursa aset kripto terbesar di dunia, manfaat ekonomi, dan penilaian resiko, antara lain risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme serta proliferasi senjata pemusnah massal. 


Sebelumnya, Plt Kepala BAPPEBTI Didid Noordiatmoko mengatakan, perdagangan aset kripto di Indonesia menjadi bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang. 


“Indonesia adalah salah satu negara yang mengadopsi pengaturan kripto tercepat, minat masyarakat untuk berinvestasi kripto terus meningkat. BAPPEBTI menilai perlu adanya pengawasan yang baik untuk menjaga agar kondisi perdagangan aset kripto di Indonesia tetap kondusif,” ujarnya dalam keterangan resmi dilansir dari Bisnis Com, Jumat (30/9/2022).


Ikuti akun Regulator Indonesia FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update berita pilihan lainnya. Jika Anda punya informasi lain mengenai konten ini, silahkan berkomentar di bawah ini.


Ayo kunjungi topik #TradingResmi# agar mendapatkan tips-tips dalam memilih pialang lokal yang tepat dan berlisensi resmi.

Sumber:
Bisnis Com

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest