PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) berhasil meraih predikat sangat bagus dalam ajang penghargaan The Best State Own Enterprise Award 2022 yang diselenggarakan oleh Biro Riset Infobank. Penghargaan ini merupakan penghargaan kedua kalinya yang diterima oleh KBI setelah di tahun 2021 juga telah mendapatkan penghargaan atas kinerja yang positif pada tahun 2020.
Penghargaan ini dinilai berbasis pada kinerja keuangan tahun 2021. Direktur KBI Fajar Wibhiyadi mengatakan sepanjang tahun 2021 KBI telah menjalankan transformasi secara menyeluruh baik transformasi bisnis, sumber daya manusia dan teknologi informasi.
Fajar Wibhiyadi juga menambahkan dalam hal transformasi, KBI telah melakukan upaya digitalisasi dalam kegiatan usaha sehingga tetap bisa menjalankan perannya sebagai lembaga kliring maupun sebagai pusat registrasi resi gudang dengan maksimal yang tentunya dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“Sedangkan dalam hal layanan, dalam situasi pandemik yang sebagian pemangku kepentingan melakukan kegiatan secara online, KBI akan terus memberikan layanan prima. Dari sisi inasi bisnis, di tahun 2021 KBI telah memulai pengembangan bisnis baru yaitu sebagai lembaga kliring pasar fisik timah dalam negeri,” ujar Fajar Wibhiyadi dilansir dari Berita Satu.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2021 KBI telah berhasil mencatatkan keberhasilan yang luar biasa. Dari sisi laba bersih, KBI berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 101,6 miliar, atau mengalami peningkatan 53% dibandingkan tahun 2020 dengan laba bersih sebesar Rp 66,4 miliar.
Peningkatan laba bersih ini ditopang dari pertumbuhan pendapatan operasional tahun 2021 yang meningkat sebesar 12% dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2021, KBI berhasil membukukan pendapatan operasional se besar Rp 189,5 miliar, sedangkan di tahun 2020 pendapatan operasional yang diperoleh mencapai Rp 170 miliar.
Kinerja mengilap KBI juga terlihat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Di tahun 2017, KBI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 10,4 miliar. Tahun 2018 sebesar Rp 27,5 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 50,3 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 66,4 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 101,6 miliar.
Selama kurun waktu 5 tahun tersebut, KBI juga secara konsisten mencatatkan pertumbuhan pendapatan operasional, yaitu di tahun 2017 sebesar Rp 48,5 miliar, tahun 2018 sebesar Rp 70,8 miliar, tahun 2019 sebesar Rp 112,5 miliar, tahun 2020 sebesar Rp 170 miliar, dan tahun 2021 sebesar Rp 189,5 miliar.
Ikuti akun Regulator Indonesia FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update berita pilihan lainnya. Jika Anda punya informasi lain mengenai konten ini, silahkan berkomentar di bawah ini.
Ayo kunjungi topik #TradingResmi# agar mendapatkan tips-tips dalam memilih pialang lokal yang tepat dan berlisensi resmi.
Sumber:
Berita Satu
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن