Berapa Leverage yang Cocok untuk Pemula?

avatar
· Views 106

Di antara leverage tinggi dan rendah, manakah leverage terbaik untuk pemula yang baru belajar trading? Artikel ini bisa jadi jawaban Anda..

Jika Anda sudah cukup mondar-mandir di industri trading, istilah leverage pasti tak asing lagi. Ya, leverage adalah salah satu fitur penting dari broker yang bisa dimanfaatkan semua kalangan, baik pemula maupun trader berpengalaman sekalipun. Tanpa leverage, mungkin sampai sekarang hanya pemodal besar dengan minimal deposit ribuan Dolar AS saja yang bisa terjun ke pasar riil.

Berapa Leverage yang Cocok untuk Pemula?

Namun seiring berjalannya waktu, sistem broker telah mengalami banyak perubahan. Salah satunya bisa dilihat ketika trader dengan modal sekecil $1 saja sudah bisa trading setelah menggunakan opsi leverage tinggi. Apa itu leverage? Kenapa bisa membuat modal trader membesar? Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian leverage dan cara menentukan leverage yang cocok untuk trader pemula.

Definisi dan Penerapan Leverage

Seperti sudah dituliskan di atas, leverage memungkinkan trader bisa terjun ke pasar dengan modal sangat kecil. Leverage adalah semacam fitur pinjaman modal tanpa bunga dari broker untuk klienLho, kalau nanti trader loss, apakah perusahaan tidak merugi? Tentu tidak.

Perlu Anda ketahui dan ingat, dalam dunia trading ini kita tidak sungguh-sungguh sedang bertransaksi langsung dengan pasar. Yang Anda lakukan saat ini merupakan trading nilai kontrak harga pada forex, komoditas, saham, maupun mata uang kripto.

Leverage pun dianggap metode legal asalkan broker tetap mengikuti pergerakan harga yang sama dengan pasar, tanpa memanipulasi harga tersebut. Dengan sistem trading seperti ini, akhirnya broker dapat membuat leverage virtual dengan tidak memberikan pinjaman sungguhan. Oleh karenanya broker tidak akan takut merugi ketika trader loss.

Dulu, siapapun yang ingin terjun ke pasar riil diharuskan memiliki modal besar. Jika ingin membuka posisi, contract size yang dibutuhkan ialah 100,000 unit per lot. Sehingga, untuk bisa open posisi 1 lot, setidaknya Anda harus menyiapkan modal $100,000.

Di sinilah leverage berperan besar memangkas syarat modal minimal tersebut. Singkat cerita, Anda bisa trading di aset manapun, dengan lot besar tanpa harus menyiapkan banyak uang. Manfaatkan saja fasilitas leverage dari broker. Pada umumnya, broker menyediakan rasio leverage yang beragam, mulai dari 1:1 hingga 1:500. Bahkan, ada juga yang menawarkan sampai 1:3000, lho.

Anggap saja Anda memiliki modal $100, namun ingin mencoba trading dengan 1 lot di pair EUR/USD. Kemudian Anda menggunakan leverage 1:1000 (karena ukuran kontrak EUR/USD sebesar 100,000 unit). Modal Anda yang tadinya sangat kecil kini bisa dipakai membeli 1 lot EUR/USD seharga $100,000. Namun, leverage memiliki sifat bak pedang bermata dua.

Jika cuan, otomatis profit Anda akan dilipatgandakan. Sementara itu, apabila mengalami kerugian $900 misalnya, maka broker akan mengambil modal $100 dan menyuruh Anda membayar $800 sisanya. Beberapa trader bahkan sampai gagal bayar karena hutang yang harus dibayarkan membengkak sampai ribuan Dolar, atau lebih.

Berapa Rasio Leverage yang Cocok untuk Pemula?

Setiap trader memiliki jawabannya sendiri-sendiri. Ada sebagian dari mereka mengatakan semakin rendah leverage, dana akan makin aman. Tapi tak sedikit pula yang mengatakan sebaliknya. Memang penggunaan leverage tinggi memiliki risiko yang besar, namun sebenarnya sama halnya dengan leverage rendah.

Ada banyak pengalaman trader merugi akibat kurang pemahaman pada leverage yang dipakai. Agar memiliki pertimbangan memilih leverage mana yang cocok untuk pemula, berikut perbandingan risiko antara leverage rendah dan tinggi:

Leverage Rendah

  • Trading dengan leverage rendah memerlukan jumlah nominal deposit yang besar, minimal $10,000. Hal ini disarankan agar Anda dapat open posisi trading dengan leluasa dan bisa di berbagai pair agar tidak kehilangan potensi profit.
  • Risiko terjadinya likuidasi atau stop out terlalu dini. Hal ini bisa saja merugikan meskipun Anda sudah memasang stop loss. Karena dengan leverage rendah, trader terpaksa mengecilkan range stop loss-nya bila hanya memiliki modal kecil.

Leverage Tinggi

  • Terjebak dengan keadaan psikologis yang merasa bisa profit melimpah dalam waktu singkat. Dengan leverage tinggi, trader cenderung membuka posisi ratusan kali lebih besar dari dana aslinya. Inilah yang seringkali membuat sebagian orang menganggap kerugian trading karena berinvestasi pada aset berisiko, padahal hal ini terjadi karena kekurangpahaman trader itu sendiri.
  • Keadaan dana yang merugi, membuat daya transaksi menurun. Dana jaminan yang tersedia berkurang, hingga akhirnya risiko margin call dan stop out jadi meningkat. Hal ini biasanya dikompensasi dengan penurunan volume posisi, yang justru mengurangi potensi profit, lalu berujung susah memulihkan dana awal.

Semua risiko leverage di atas sebenarnya lebih terkait pada keadaan psikologis trader dan manajemen keuangan yang amburadul. Untuk itu, jangan lupa menerapkan strategi dan money management yang tepat setiap kali Anda membuka posisi.

 

Dicetak ulang dari Inbizia, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 2

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest