
Kembali terjadi, penipuan investasi melibatkan robot trading yang berkedok investasi. salah satu robot trading, yaitu Fahrenheit milik PT FSP Akademi Pro diduga melakukan penipuan scam.
Seperti kasus robot trading bodong yang pernah terjadi, aksi penipuan dilakukan dengan merekayasa trading hingga membuat transaksi seolah-olah margin call (MC).
Dari penipuan robot trading ini membuat deposit member habis terkuras. Diperkirakan kerugian yang di dapat mencapai lebih dari Rp 5 triliun.
Sutopo Widodo Presiden Komisaris HFX Internasional Berjangka mengatakan saat investor bertransaksi di robot trading abal-abal dan menggunakan broker yang tidak memiliki izin dari Bappebti, maka risiko margin call tidak bisa dihindari.
"Tidak bisa menghindari margin call yang dibuat-buat, karena semua memang sudah direncanakan dari awal," kata Sutopo.
Bahkan, melakukan withdraw kemungkinan besar tidak bisa. Begitu pun jika ingin memasang stop loss.
Pengamat dan Praktisi Investasi Desmond Wira juga mengatakan dalam kasus robot trading yang sengaja melakukan margin call membuat nasabah tidak bisa menarik dana mereka. Sebaliknya, nasabah hanya bisa menonton uangnya habis dalam sekejap.
Dicetak ulang dari Jurnalsoreang, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن