
Apakah Sobat Panda sering mendengar kabar kalau asing membeli saham emiten tertentu dalam jumlah besar? Nah, aktivitas asing yang jual beli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) oleh warga asing itu memang sudah cukup familiar di kalangan investor. Ini karena memang investor asing memiliki kesempatan untuk turut berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Lalu bagaimana dengan investor Indonesia? Akhir-akhir ini kabar mengenai investor Indonesia yang membeli saham luar negeri pun semakin marak. Meski memang baru ada 4 broker internasional yang menyediakan peluang investor Indonesia untuk berinvestasi di luar negeri. Tapi, apakah memang berinvestasi ke saham luar negeri menguntungkan?
Beli Saham per Lembar dan in Fraction

Salah satu keuntungan pertama berinvestasi di saham luar negeri adalah kuantitas yang dibeli bisa lebih kecil dibanding saham lokal. Jika minimal pembelian saham di Indonesia adalah sebesar 1 lot (100 lembar), maka kamu bisa membeli saham luar negeri sebanyak 1 lembar saja.
Dari segi harga memang saham luar negeri, terutama yang berada di bursa AS cenderung lebih mahal dibanding saham di Indonesia. Akan tetapi, bursa luar negeri juga mengizinkan investornya untuk membeli dalam bagian-bagian kecil (in fraction).
Misalnya saja saham Google hari ini terpantau berada di harga USD 2.402,30 per lembarnya, jika dikonversi ke rupiah maka kamu membutuhkan Rp34.264.725,59. Nominal yang cukup fantastis, bukan? Tapi, jangan khawatir! Kamu tetap bisa membeli saham Google sesuai dengan nominal yang mampu dikeluarkan. Lewat fasilitas pembelian saham in fraction, kamu bisa membeli saham Google misalnya sebesar USD 100, atau setara dengan Rp1.426.330 saja.
Pilihan Emiten yang Lebih Beragam

Berdasarkan data BEI, Januari tahun lalu hanya ada sekitar 700 perusahaan yang terdaftar di bursa saham dalam negeri. Sementara itu, di bursa AS sendiri sudah ada ribuan emiten yang terdaftar, mulai dari yang blue chip hingga perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang.
Nggak hanya saham, tapi bursa AS juga menawarkan ETF, indeks yang beragam, hingga obligasi. ETF dan indeks yang ada di bursa luar negeri juga cenderung lebih bervariasi sehingga siapa saja bisa memilih mana yang sesuai dengan profil risiko masing-masing.
Kamu juga bisa menjadi ‘pemilik’ dari perusahaan-perusahaan besar seperti Apple, Google, hingga Microsoft yang produk-produknya dipakai oleh seantero masyarakat global. Dengan begitu, saat pembagian dividen pun kamu bisa mendapatkan bagian sesuai dengan nominal yang telah diinvestasikan.
Peluang Diversifikasi Portofolio dan Rebound Pasar yang Lebih Tinggi

Menyebarkan dana di beberapa instrumen investasi memang jadi salah satu cara terbaik untuk memaksimalkan proteksi terhadap uang yang dimiliki. Berinvestasi di bursa luar negeri juga memiliki manfaat yang serupa. Lebih jauh lagi, dengan berinvestasi di saham luar negeri kamu juga bisa lebih siap saat harus menghadapi krisis secara global.
Selain itu, mata uang Dolar AS yang memang salah satu currency terkuat di dunia sehingga ia bisa menjadi alat lindung nilai saat menghadapi nilai tukar mata uang yang cenderung fluktuatif. Lagi-lagi, dengan berinvestasi dalam mata uang Dolar AS, return yang dihasilkan pun cenderung lebih tinggi jika disandingkan dengan mata uang dalam negeri.
Dengan diversifikasi portofolio di bursa luar negeri, kamu juga bisa mengakses bursa dengan nilai valuasi pasar yang lebih rendah namun punya potensi untuk bertumbuh secara konstan.
Selain itu, pada kondisi tertentu seperti krisis ekonomi yang menghantam, bursa luar negeri terutama AS memiliki kemampuan rebound yang lebih tinggi dibanding bursa lainnya.
Bahkan jika berkaca pada krisis 2008 silam, valuasi pasar AS merosot hingga 50%. Akan tetapi pada periode pemulihannya, terhitung hingga Desember 2013 lalu bursa AS berhasil pulih dan bahkan meningkatkan return 50% lebih besar dibanding titik rebound tersebut. Ini menunjukkan level kematangan pasar saham di Amerika sehingga mampu pulih segera dan bahkan kembali meningkat nilainya.
Informasi yang Terbuka Luas dan Mudah Diakses

Karena jenis saham yang begitu banyak dan terdiri dari perusahaan-perusahaan global, bursa luar negeri juga kerap menjadi sorotan berbagai media, terutama yang bergerak di topik finansial dan investasi. Karena itu, kamu nggak akan sulit menemukan berbagai informasi yang dibutuhkan sebagai bahan pertimbangkan saat hendak membeli saham dari bursa luar negeri.
Banyak media besar yang selalu menyoroti pergerakan saham bursa luar negeri setiap harinya. Biasanya, mereka juga turut menyumbangkan pendapat atau rekomendasi saham yang cukup cuan. Situs-situs ini akan menganalisa berbagai jenis saham untuk dipelajari para pembacanya. Bahkan beberapa menyediakan fitur premium untuk analisis yang lebih mendalam dan menyeluruh.
Melihat beberapa keuntungan yang bisa didapatkan ketika berinvestasi di bursa luar negeri ini, apakah kamu tertarik untuk diversifikasi portofolio ke saham luar negeri?
Dicetak ulang dari expandana, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
