Penipuan berkedok investasi di Indonesia memang tidak pernah surut. Satu kasus berhasil ditangani, puluhan kasus berikutnya bermunculan. Ini bukan berarti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) maupun Satgas Waspada Investasi lengah. Namun, adanya demand di masyarakat yang membuat investasi bodong tetap marak. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan investasi bodong? Bagaimana bisa investasi seperti ini ada di Indonesia? Simak penjelasan selengkapnya!
Apa yang dimaksud dengan investasi bodong?
Hal paling utama yang harus kamu tahu adalah soal investasi. Ini adalah kegiatan perbankan di mana kamu menanamkan sejumlah uang pada suatu produk keuangan atau bisnis, dengan mengharap keuntungan. Investasi ini bisa dilakukan pada dua hal; produk keuangan dan bisnis secara langsung. Contoh investasi pada produk keuangan misalnya adalah reksadana. Sedangkan investasi pada bisnis adalah investasi yang dilakukan pada bisnisnya secara langsung. Sebut saja investasi toko, warung, dan kantor.
Lalu, apa yang dimaksud dengan investasi bodong adalah penanaman modal pada produk keuangan atau bisnis palsu atau bodong. Kamu diminta untuk menanamkan modal pada suatu produk atau bisnis, yang sebenarnya tidak ada. Sehingga, oknum penipu akan membawa kabur uang tersebut. Hal ini bisa terjadi karena banyak hal. Salah satunya adalah ketidakwaspadaan masyarakat akan tindak penipuan investasi bodong dan hanya tergiur keuntungan besar yang ditawarkan.
Mengapa di Indonesia marak kasus investasi bodong?
Maraknya investasi bodong atau ilegal yang terjadi di Indonesia bukan tanpa sebab. Ini karena sebenarnya di Indonesia sendiri masih tinggi akan demand yang kemudian memunculkan aktivitas investasi ilegal. Ini memang mengejutkan, tapi bukan berarti masyarakat minta untuk ditipu. Sebab, tingginya demand dikarenakan masyarakat masih banyak yang kurang teredukasi soal apa yang dimaksud dengan investasi bodong. Beberapa juga ada yang belum paham dengan investasi dan pengelolaannya.
Pada akhirnya, muncullah oknum tak bertanggung jawab yang memberikan supply atas keadaan ini. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan dan ketidaktelitian masyarakat akan investasi. Modus yang paling banyak digencarkan adalah iming-iming return tinggi tanpa risiko sama sekali. Orang yang mau menanamkan modal pada investasi juga tak perlu kerja. Tawaran kaya tanpa usaha inilah yang kemudian membuat masyarakat tertarik.
Apa ciri penipuan berkedok investasi ini?
Pemberantasan investasi bodong tidak hanya mengandalkan pihak kepolisian, OJK, atau Satgas Waspada Investasi. Masyarakat juga harus mengedukasi diri dan mencari informasi. Pasalnya, kalau pihak yang berwajib sudah bergerak namun masyarakat masih tetap menciptakan demand dan memunculkan supply, selamanya investasi ilegal akan tetap ada.
Ciri paling umum investasi bodong adalah imbal hasil atau keuntungan yang tidak masuk akal serta too good to be true. Misalnya, kamu hanya perlu invest Rp5 juta. Lalu, tanpa harus melakukan apa-apa, kamu bisa dapat Rp100 juta dalam beberapa bulan. Ciri investasi bodong lainnya adalah ketidakjelasan izin atau legalitas. Jika mereka tidak bisa menunjukkan izin resmi dari OJK atau kegiatan penghimpunan dana yang dilakukan, maka kamu jangan buru-buru setorkan uang.
Bagaimana cara supaya terhindar?
Tawaran imbal hasil yang menarik memang sangat menggiurkan. Tapi, kamu perlu tahu bahwa yang seperti ini bukan cara pengelolaan investasi yang legal. Investasi memang bisa mencetak untung, namun jumlahnya tetap masuk akal serta bisa dipastikan. Investasi sifatnya fluktuatif, alias berubah sesuai dengan kondisi ekonomi. Kalau sedang bagus, keuntungan bisa tinggi. Kalau tidak, ya sebaliknya.
Investasi juga masih memiliki risiko, yaitu fluktuasi itu sendiri. Kalau ada yang berani menawari kamu investasi tanpa risiko alias zero risk, bisa dipastikan itu bukan investasi resmi. Yang paling penting lagi adalah soal legalitas. Pastikan ada izin resmi dari OJK jika kegiatan yang dilakukan menyangkut penghimpunan dana dari masyarakat.
Dicetak ulang dari xdana, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
