
WE Online, Jakarta - Saham Qualcomm turun 7,6% pada penutupan perdagangan waktu Amerika Serikat (AS). Apa penyebab di balik fenomena itu?
Melansir Reuters, Kamis (4/2/2021) WIB, perusahaan mengaku mengalami kendala pasokan semikonduktor yang menggoyangkan industri. sehingga menghambat pertumbuhan penjualannya.
Eksekutif Qualcomm mengatakan, pasokan akan bersifat terbatas hingga paruh pertama 2021. "Jika kami dapat menghasilkan lebih banyak, maka kami dapat menjualnya," ujar Kepala Esekutif Qualcomm, Steve Mollenkopf.
Penurunan harga saham itu terjadi saat mereka memperkirakan penjualan fiskal kuartal II dan keuntungan yang melewati perkiraan Wall Street karena meningkatnya penggunaan ponsel pendukung jaringan 5G.
Wall Street memprediksi keuntungan sehat bagi perusahaan, setelah pemerintah AS memasukkan Huawei ke Daftar Hitam Perdagangan. Analis memperkirakan, "Sebagian besar pangsa pasar di kelas premium mengalir ke produsen HP berbasis Android yang memakai chip Qualcomm."
Sayangnya, keuntunga itu mengecewakan investor. "Dengan perubahan pasar, kami menguasai 16% pasar Jadi, kami berpikir lebih jauh, kami lihat ini sebagai ekspansi material yang cukup," ujar Kepala Keuangan Akash Palkhiwala.
Strategi Qualcommm berubah, sebab chip-nya lebih menguntungkan. Namun, turunnya pendapatan lisensi itu menekan margin kotornya.
Dicetak ulang dari WARTA EKONOMI, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
