Harga emas merangkak naik dalam perdagangan yang bergejolak pada hari ini.

Harga emas membaik pasca isyarat Federal Reserve AS (The Fed) soal tapering yang akan maju lebih cepat dan pelonggaran pembelian obligasi pada pertengahan tahun depan. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, naik tipis USD 0,6 atau 0,03%, menjadi ditutup pada USD 1.778,80 per ons.
Di hari Selasa (21/9), emas berjangka melonjak USD 14,4 atau 0,82% menjadi USD 1.778,20 setelah terangkat USD 12,40 atau 0,71% menjadi USD 1.763,80 di hari Senin (20/9).
Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyebut pengurangan pembelian obligasi atau tapering dapat dilakukan pada pertengahan 2022. Tetapi, Streible menilai pengaruh cukup positif pada emas adalah bahwa Fed tidak segera memulai tapering. "The Fed masih sangat dovish dalam pernyataan mereka".
Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi. Di sisi lain kenaikan suku bunga Fed akan menumpulkan daya tarik emas karena hal itu akan meningkatkan peluang kerugian memegang logam yang tidak memberikan imbal hasil. Menyusul pernyataan tersebut, USD juga bergerak naik terhadap para pesaingnya. Harga emas naik lebih jauh dalam perdagangan elektronik setelah pernyataan kebijakan Federal Reserve.
Analis pasar berpendapat bahwa tidak adanya pernyataan yang lebih hawkish tampaknya mengurangi ketakutan yang tersisa bagi para pedagang emas. Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 29,6 sen atau 1,31%, menjadi ditutup pada USD 22,907 per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober naik USD 50,3 atau 5,29%, menjadi ditutup pada USD 1,001,1 per ons.
Sumber: jpnn
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.
