
Derivatif adalah jenis investasi alternatif yang bisa dilakukan oleh investor, namun investasi ini memiliki risiko dan kelebihan masing-masing. Derivatif sendiri adalah kontrak keuangan yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dengan tujuan untuk memenuhi perjanjian dalam jual beli aset ataupun komoditas. lalu bagaimana dengan tingkat risiko dan keuntungan dalam investasi ini? Berikut adalah penjelasannya.
Risiko dan Kelebihan Derivatif
Dilansir dari Lifepal, derivatif adalah jenis investasi yang memiliki tingkat risiko cukup tinggi, namun keuntungan yang akan didapatkan juga besar.
Ketika berinvestasi derivatif, anda akan berusaha untuk memperoyejsi spekulasi harga yang mungkin akan terjadi di masa depan. Hal ini cukup berbeda dengan investasi saham. Ketika anda melakukan investasi saham, anda memilih perusahaan yang berpotensi untuk menguat di masa depan. Hal ini membuat investasi derivatif menjadi salah satu investasi yang memiliki risiko paling tinggi, bahkan lebih tinggi daripada investasi saham.
Warren Buffet, salah satu investor paling terkenal di dunia, menyatakan bahwa investasi ini adalah investasi yang paling mengerikan.
Hal ini dapat terlihat dengan contoh sebagai berikut. Anda melakukan investasi kontrak derivatif emas. Ketika anda memiliki derivatif ini, anda bisa melakukan jual beli kontrak tanpa adanya emas di tangan anda. Hal ini membuat harga kontrak menjadi cukup fluktuatif dan perubahan harga tergantung dari pergerakan harga emas global.
Lalu apakah derivatif memiliki kelebihan jika investor kelas kakap seperti Warren Buffet menyatakan bahwa investasi ini berbahaya? Ada kelebihan dalam investasi derivatif ini, yaitu menjaga nilai suatu komoditas atau aset yang beredar. Hal ini dilihat dari sejarah terbentuknya derivatif itu sendiri.
Derivatif terbentuk pada tahun 1800an, ketika harga gandum selalu rendah di saat panen berlebih dan berharga tinggi ketika gandum sedang langka. Instrumen ini akan membantu dalam melindungi dan menerbitkan nilai dari suatu produk atau aset.
Hal ini juga pernah dilakukan di Indonesia. Pada tahun 2017 yang lalu, Bank Indonesia sempat meminta BUMN untuk mengeluarkan instrumen ini. Hal ini dilakukan untuk menahan fluktuasi terhadap nilai tukar rupiah yang terjadi.
Diunggah ulang dari Pikiran Trader, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن