- Kontrak berjangka S&P 500 menentang penghentian hari sebelumnya untuk momentum naik sambil memperbarui rekor puncak.
- Katalis campuran menghambat kegembiraan pembeli yang didukung oleh berita vaksin dan harapan stimulus.
- Inflasi Tiongkok bergabung dengan indikator utama lainnya yang menunjukkan bahwa pemulihan terhadap covid di negara naga itu melemah.
Kontrak berjangka S&P 500 dalam tawaran beli mendekati 3.920, rekor tertinggi, selama Rabu pagi ini. Barometer risiko tersebut kesulitan pada hari sebelumnya karena kekhawatiran akan relasi menantang sentimen optimis. Namun, data inflasi yang suram dari Tiongkok dan data AS yang beragam terus meredam kegembiraan para pedagang pasar yang optimis terhadap stimulus lebih lanjut dan vaksin covid.
Dengan komentar terbaru dari anggota dewan kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) Seiji Nakamura yang menyebutkan kebijakan uang mudah yang berkepanjangan dari bank sentral Jepang, para pelaku pasar global tetap mempertahankan harapan stimulus mereka. Yang juga mendukung sentimen adalah Indeks Harga Konsumen (IHK) Tiongkok yang suram dan Indeks Harga Produsen (IHP) untuk bulan Januari yang menunjukkan kelemahan pemimpin komoditas global tersebut baru-baru ini dan perlunya bantuan fiskal-moneter lebih lanjut.
Dalam skala yang lebih luas, Kongres AS memperdebatkan stimulus yang sangat ditunggu senilai $1,9 triliun dan mengharapkan peluncuran yang lebih cepat. Yang juga positif terhadap risikonya adalah vaksinasi virus corona (COVID-19) yang telah mulai mengarahkan penelitian untuk mengatasi variannya.
Sebaliknya, tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang menyelidiki jejak COVID-19 di Tiongkok. Dengan adanya hubungan yang tidak baik antara Tiongkok dengan negara barat, termasuk dengan beberapa negara di Asia, pembuat kebijakan global itu menunggu petunjuk untuk meminta Beijing bertanggung jawab atas kekhawatiran global. Yang juga menantang sentimen adalah persidangan pemakzulan mantan Presiden AS Donald Trump yang akan diadakan selama beberapa hari mendatang setelah pembuat kebijakan menegaskan keputusan tersebut pada kesempatan kedua.
Di tengah permainan ini, saham di Jepang memangkas penurunan awal hari ini sementara saham Tiongkok dan Australia tetap positif. Lebih lanjut, imbal hasil Treasury AS 10-tahun juga mendapatkan kembali momentum kenaikan melampaui 1,00% sambil mendekati tertinggi Maret 2020.
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن