- Ekuitas Asia mendukung peningkatan peluang stimulus $ 1,9 triliun dari AS.
- Berita beragam tentang vaksinasi dan ketegangan AS-Iran gagal tak mempengaruhi pembeli.
- Neraca Transaksi Berjalan dan Neraca Perdagangan Jepang mencetak angka yang menggembirakan.
- Hari libur bank di Selandia Baru dan kalender ringan di tempat lain membatasi pergerakan pasar.
Saham Asia mengikuti saham berjangka dan imbal hasil Treasury AS di tengah kurangnya data/peristiwa utama dan sebagian besar berita yang selama awal hari ini. Barometer risiko menyambut berita baru paket bantuan COVID AS serta vaksinasi dan tak banyak memperhatikan pergumulan Washington-Teheran dan lebih sedikit sinyal di dalam negeri.
Akibatnya, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,71% sedangkan Nikkei 225 Jepang memimpin tren naik kawasan dengan kenaikan 2,10 dan menyentuh level tertinggi baru sejak awal 1990-an.
Selain komentar terbaru dari pembuat kebijakan AS dan pengesahan Senat dari paket bantuan Amerika yang sangat ditunggu-tunggu, data Neraca Perdagangan dan Neraca Perdagangan Jepang yang lebih baik dari perkiraan menawarkan bantuan ekstra untuk pasar Jepang.
ASX 200 Australia mengikuti gugatan dengan kenaikan 0,80% pada saat ini meskipun Tiongkok menangkap penyiar TV Australia Cheng Lei atas tuduhan keamanan nasional, menurut Bloomberg. Perlu dicatat bahwa kasus kedua virus Corona (COVID-19) di Melbourne juga mengancam mood di Canberra. Lebih lanjut, NZX 50 Selandia Baru juga berada di antara lot yang sama dan mengabaikan hari libur bank di Selandia Baru dan naik 0,30% intraday.
Selanjutnya, saham Tiongkok tetap dalam penawaran beli, sebagian besar naik 1,0%, karena reli Yuan gagal mengikuti sinyal penghentian dalam kebijakan uang mudah.
Patut disebutkan bahwa saham di Korea Selatan melawan tren dengan penurunan ringan sementara saham dari Indonesia dan India mencetak kenaikan kecil pada saat ini.
Indeks Dolar AS (DXY) tetap berat sementara memperpanjang pullback hari Jumat dari puncak dua bulan sedangkan WTI menyentuh puncak baru 13 bulan karena Iran mengisyaratkan proposal untuk meningkatkan embargo senjata jika AS gagal menarik kembali sanksi dan menyelesaikan kesepakatan persyaratan nuklir 2015. Selain itu, S&P 500 Futures naik ke level tertinggi baru bulan ini setelah reli penting hari Jumat di Wall Street.
Selanjutnya, kebodohan Asia kemungkinan akan meluas ke sesi Eropa dan AS. Namun, pemberitaan terkait paket bantuan Amerika, vaksin virus Corona (COVID-19), dan ketegangan AS-Iran bisa menghibur pelaku pasar.
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن