Reserve Bank of India (bank sentral) membeli dolar AS dalam jumlah besar agar rupee tidak terapresiasi di tengah lonjakan besar-besaran arus masuk modal yang diamati sejak berita vaksin virus corona awal November.
"Intervensi ini masuk akal, karena mengimbangi surplus neraca berjalan yang besar & sementara karena COVID-19, kisaran yang merupakan data pencilan total di kawasan ini. Mengapa ekspor harus menderita di atas segalanya," Robin Brooks, Kepala Ekonom di Institut Keuangan Internasional, mencuit di Twitter.
India dan negara berkembang lainnya sedang mengalami arus masuk yang besar, dengan Federal Reserve dan bank sentral negara maju lainnya menjalankan kebijakan moneter yang sangat longgar.
Rupee India diperdagangkan mendekati 73,50 per dolar AS pada hari Senin, setelah naik dari 75,02 menjadi 72,70 dalam dua bulan hingga 4 Januari.
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

اترك رسالتك الآن