Pasar Saham Asia: Tertekan Karena Varian COVID Sementara Kongres AS Mempersiapkan Stimulus

avatar
· Views 117
  • Saham Asia tetap dalam penawaran jual ringan meskipun ada harapan pada stimulus dan vaksin.
  • PM Inggris Johnson ditekan menuju penutupan nasional, lebih dari 40 negara melarang perjalanan Inggris.
  • AS menambahkan pembatasan visa untuk diplomat Tiongkok, menuduh Rusia atas peretasan Departemen Keuangan.

Ekuitas Asia tetap tertekan pada pagi hari ini karena varian virus Corona (COVID-19) memperbarui kekhawatiran pandemi lain bahkan ketika produsen vaksin global menjamin keamanan. Dengan demikian, indeks MSCI saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,30% sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,50% menjelang sesi Eropa.

Tidak hanya masalah virus, kekhawatiran baru akan ketegangan geopolitik antara AS dan Tiongkok, juga antara Rusia dan Amerika, menawarkan beban tambahan pada sentimen yang sudah tumpul. AS mengumumkan pembatasan visa tambahan pada pejabat Tiongkok dengan Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri Chad Wolf mengatakan lebih banyak, termasuk pembatasan visa yang lebih ketat pada anggota Partai Komunis Tiongkok serta larangan yang lebih luas atas barang-barang yang dibuat dengan kerja paksa. Di sisi lain, Senator AS Ron Wyden berkata, staf Departemen Keuangan memberi tahu komite keuangan senat bahwa departemen keuangan mengalami peretasan serius, mulai bulan Juli, yang kedalamannya tidak diketahui.”

Pembicaraan Brexit dikabarkan menuju keputusan yang disambut baik karena MNI menyarankan para pembuat kebijakan mendekati solusi di bidang perikanan.

Berbicara tentang data, Penjualan Ritel awal Australia untuk bulan November naik kuat 7,0% versus 1,4% sebelumnya tetapi tidak dapat menyelamatkan ASX 200 dari penurunan mendekati 1,0% pada saat ini. Sebaliknya, NZX 50 Selandia Baru menjadi pemenang terbesar di Asia-Pasifik dengan kenaikan 1,85% saat ini karena negara Pasifik itu menyambut status paling tidak terinfeksi virus.

Selain itu, saham di Tiongkok, Hong Kong dan Korea Selatan diperdagangkan dengan kerugian kecil sedangkan saham dari Indonesia mencatat penurunan intraday 0,6% pada saat ini. Selanjutnya, BSE Sensex India naik lebih dari 0,70% di tengah optimisme yang hati-hati karena kasus virus mereda di dalam negeri.

S&P 500 Futures memangkas penurunan di awal Asia karena DPR AS menyetujui pengeluaran pemerintah $ 1,4 triliun dan paket bantuan COVID $ 900 miliar. RUU itu sekarang ada di Senat dengan sebagian besar pembuat kebijakan cenderung positif terhadap hasilnya.

Selanjutnya, pengumuman resmi paket bantuan AS dan pendanaan pemerintah dapat mendukung mood tetapi kekhawatiran bahwa Inggris akan kekurangan kapasitas pengujian karena jenis virus terbaru dapat terus menantang risikonya. Di kalender, pembacaan akhir PDB AS dan Inggris Raya Kuartal III 2020 dapat menghibur para pelaku pasar.






Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:

https://www.fxstreet-id.com/ne...

إخلاء المسؤولية: الآراء الواردة هنا تعبر فقط عن رأي الكاتب، ولا تمثل الموقف الرسمي لـ Followme. لا تتحمل Followme مسؤولية دقة أو اكتمال أو موثوقية المعلومات المُقدمة، ولا تتحمل مسؤولية أي إجراءات تُتخذ بناءً على المحتوى، ما لم يُنص على ذلك صراحةً كتابيًا.

هل أعجبك هذا المقال؟ عبّر عن امتنانك بإرسال نصيحة للكاتب.
الرد 0

اترك رسالتك الآن

  • tradingContest